Tulungagung, Arahjatim.com – Ditengah permasalahan tanah dengan harapan sukses sertifikat, hal tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. Warga Tegalrejo, ada yang merasa dikecewakan dengan pengurusan ini.
Ismun, (50), selaku warga Tegalrejo, harus kecewa dengan hasil usaha sertifikat tanahnya, gara gara kekurangan profesionalnya pokmas di desa tersebut, dalam proses pengurusanya. Laki laki itu merasa heran, karena semua persyaratan yang diminta pokmas, sudah dipenuhi.
Salah satunya adalah menyerahkan uang sebesar empat ratus lima puluh ribu rupiah, sebagai biaya atas sertifikasi tanahnya. Namun dalam waktu yang bersamaan ,beberapa sertifikasi yang dilakukan oleh pengajuan pengaju lainya bisa berhasil, dan milik Ismun gagal.
” Sebenarnya saya sudah manut, mengenahi persyaratan yang di minta oleh pokmas. Saya sudah bayar 450 ribu rupiah, dan persyaratan lainya juga sudah kami penuhi. Tiba hasilnya punya saya gagal. Ketika saya tanyakan ke desa, saya diminta untuk langsung menanyakan ke pada ketua pokmas, selaku yang ditugasi untuk mengurus hal itu. Lainya berhasil mas, tapi punya saya tidak. Ketika saya tanyakan, malah jawabanya mulek, dan akhirnya sebagian uang yang telah saya serahkan, dikembalikan kesaya. Ya saya bingung. Hal ini karena untuk sertifikasi atau pengurusan saya harus dengan bukan PTSL, yang biayanya mahal “, ungkap Ismun kepada Arahjatim com.
Hal itu dibuktikan pada 02 Juli 2023, pihak Panitia PTSL memberikan tanda terima bahwa permohonan Ismun telah memenuhi persyaratan administrasi dalam pendaftaran program PTSL.
Ketika hal ini sudah terjadi, media , termasuk Arahjatim com, mencoba melakukan klarifikasi melalui telepon dengan kepala desa, Korip, dan dijawap sudah beres, dan ada kesalahpahaman. Namun hal tersebut dianggap oleh warga , adalah sikap yang tidak profesional dan merugikan dirinya. Ditambahkan keterangan yang disampikan salah seorang anggota pokmas, bernama Wahyu dan kades, tidak sama.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada kepastian yang diperoleh Ismun, terkait PTSLnya yang gagal. ( don1 )












