Kediri, ArahJatim.com – Pupuk adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh petani Seringkali kelangkaan menjadi momok para petani menjelang musim tanam karenanya pengawasan harus terus diintensifkan agar pupuk subsidi tepat sasaran dan waktu yang tepat.
Itulah yang dilakukan oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) akan memaksimalkan terkait permasalahan penggunaan pupuk dan dipecahkan bersama dengan OPD terkait.
KP3 sendiri di Ketua Walikota Kediri, Wakil Sekda, Sekretaris Kadisperdagin, Anggotanya DKPP, Dinkes, DLHKP, Bagian Perekonomian, Polresta dan Kejaksaan.
Rice Oryza Nusivera Kabid Perdagangan Disperdagin Kota Kediri Mengatakan kegiatan hari ini rutin kepada kios pupuk yang ada di kota Kediri kebetulan hari ini ada 3 kios, yang kita sidak, Kios Toko Sumber Mega Jalan Penanggungan, Kios Aneka Raya Mandiri Burengan dan Kios Mega di Kelurahan Ngronggo.
“Alhamdulillah kalau di Kota Kediri untuk pupuk dan pestisida masih kondisi aman. kita melakukan pembinaan kepada kios-kios terkait tata cara penyimpanan pupuknya terus administrasinya, dan juga tata cara untuk memenuhi kebutuhan petani yang melalui Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) memang dari peraturan Kementerian Perdagangan itu diperbolehkan untuk membuka sak tapi dengan persyaratan harus yang sudah dibuka itu segera di aplikasikan ke lahan-lahan petani karena memang dengan adanya pembukaan sesak akan mempengaruhi penurunan kualitas mutu dari pupuk itu sendiri,”ujarnya
Rice menambahkan kebetulan di kios aneka raya Mandiri diketemukan 2 sak yang dibuka, dengan kemasan 50 kilo, karena beliaunya masih baru, kita lakukan pembinaan, biar nanti kedepannya, satu sak dulu dihabiskan baru membuka Sak, dikarenakan kalau pupuk yang lama ditandon (disimpan) akan berpengaruh kualitas pupuk, pembelian dibatasi sesuai dengan luas lahannya maksimal 2 hektare, kalau diatas 2 hektare harus pakai pupuk non subsidi.
Purwi Oktaviana pemilik salah satu pemilik kios bernama Kios Aneka Raya Mandiri di Burengan mengatakan kios yang dikelola saat ini sesuai jatahnya petani yang tergabung dalam Gapoktan, saat ini pupuk subsidi yang tersedia di kios ada urea 1.900 kilogram dan NPK sebanyak 2600 kilogram selama ini melayani 14 Gapoktan.
“Kios ini perputaran pupuk cepat sekali begitu datang satu Minggu sudah habi dan stok aman,”jelasnya. (das)











