Kediri, ArahJatim.com – Suasana penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, sempat diwarnai ketegangan. Di tengah situasi yang memanas tersebut, sebuah aksi simpatik dan penuh takzim terekam kamera saat Ketua Umum Pagar Nusa, Gus Nabil Haroen, turun langsung mengawal para kiai sepuh.
Tanpa jarak, Gus Nabil terlihat sigap mendampingi tokoh-tokoh besar NU, seperti KH Nurul Huda Jazuli dan KH Anwar Mansur, keluar dari lokasi acara menuju tempat yang lebih aman. Langkah cepat ini diambil demi memastikan keamanan dan kenyamanan para ulama tetap terjaga.
Khidmah Pagar Nusa: Benteng Utama Kiai dan Pesantren
Bagi Gus Nabil, apa yang dilakukannya bersama pasukan Pagar Nusa bukanlah sekadar tugas protokoler, melainkan bentuk khidmah (pengabdian) tertinggi. Sebagai badan otonom NU yang bergerak di bidang pencak silat, Pagar Nusa memegang mandat suci untuk menjaga marwah organisasi, pesantren, dan keselamatan para masyayikh.
“Pagar Nusa hadir untuk menjaga para kiai, ulama, dan pesantren. Dalam situasi apa pun, keselamatan serta kenyamanan para masyayikh harus menjadi prioritas utama,” tegas Gus Nabil dengan nada tenang namun berwibawa.
Berkat kesigapan tim di lapangan, proses evakuasi dan pendampingan berjalan sangat cepat. Para kiai sepuh berhasil meninggalkan area tanpa kurang suatu apa pun.
Imbauan Adem: Jaga Adab, Tolak Provokasi
Pasca-insiden yang sempat memicu ketegangan tersebut, Gus Nabil langsung memberikan instruksi tegas kepada seluruh kader Pagar Nusa di berbagai daerah. Ia meminta semua anggota untuk kepala dingin, tidak mudah terpancing provokasi, dan fokus menjaga kondusivitas.
Ia juga menyelipkan pesan menyentuh yang mengingatkan kembali akar rumput NU tentang pentingnya akhlak dan tradisi luhur organisasi.
“Kami mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menahan diri, menjaga adab kepada para ulama, dan tidak memperkeruh keadaan. NU memiliki tradisi musyawarah yang kuat, sehingga setiap perbedaan harus diselesaikan dengan cara-cara yang bermartabat,” tambahnya.
Situasi Kediri Berangsur Kondusif
Ketegangan yang sempat terjadi menjelang akhir agenda Munas dan Konbes NU di Ponpes Al Falah Ploso kini sudah berhasil diredam. Langkah cepat yang diambil oleh para tokoh agama dibantu aparat keamanan setempat membuat situasi di lokasi berangsur-angsur kondusif.
Gus Nabil pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Pagar Nusa yang bertugas tanpa lelah selama acara berlangsung. Kini, fokus utama adalah merajut kembali persatuan pasca-dinamika forum.
“Alhamdulillah, para kiai dapat kami dampingi dengan baik. Yang terpenting saat ini adalah menjaga persatuan, menghormati keputusan organisasi, dan memastikan khidmah NU tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tutup Gus Nabil. (das)










