Kali Kedua DPRD Tulungagung Di Demo, ALMASTA Demo Santun

oleh
oleh

Tulungagung, Arahjatim.com – Dinamika Tulungagung dalam sepekan terakhir ternyata mengalami peningkatan. Seperti kemarin Selasa, 25/6/2024. HMI Tulungagung melakukan demo ke gudung DPRD Tulungagung.

Seperti yang terjadi hari ini, Rabu,25/6/2024, kembali gedung DPRD yang berada di jalan RA Kartini didatangi massa, dengan jumlah yang lebih besar. Untuk demo kali ini dilakukan ALMASTA ( Aliansi Masyarakat Tulungagung ).

Koordinator demo ( KORDEM ),Arsony Almasta membenarkan pengerahan masa tersebut. Dari pantauan Arahjatim com, ada beberapa agenda yang diusung dalam demo kali ini. Selain masalah jalan rusak, demo juga mengusung peran dewan yang kurang terhadap dinamika Tulungagung, mulai masalah sosial budaya, sampai sarpras yang tidak menjadi perhatian serius.

pasang iklan_rev3

” Kami atas nama ALMASTA, kembali mengingatkan kepada anggota dewan agar peduli terkait kinerja PJ Bupati yang kurang pas. Karena sebagai wakil dari rakyat, hendaknya
DPRD juga bisa lebih mendesak kepada pimpinan eksekutif, untuk responsif . Dalam demo kali ini kami juga keras mengingatkan kepada peserta , jangan sampai membikin permasalahan baru, dan tidak anarkis. Selain itu kami juga akan menitipkan aspirasi kepada dewan agar masalah masalah masyarakat juga diperhatikan. Satu hal yang juga dibawa agendanya adalah permasalahan kerusakan infra struktur jalan yang sejak 10 tahun terakhir mengalami kerusakan parah, dan pihak kabupaten, tidak serius, bahkan bermaksud memperbaiki sarana masyarakat tersebut”., papar Sony.

Menanggapi demo yang dilakukan Almasta ke dua ini, ketua DPRD Tulungagung Marsono yang langsung memenuhi para demonstran, banyak memberikan jawaban , atas kemauan masyarakat yang demo tersebut.

” Terimakasih kepada semuanya yang hadir di depan gedung DPRD kali ini. Sebenarnya sebelum saudara saudara hadir ini, kami sebagai legislatif, sudah mendapatkan masukan masalah yang dirasakan. Terkait tugas, kami ini hanya ada tiga hal pokok, yakni kontrol, anggaran, dan eksiting atau perundang undangan. Kalau soal itu, kami sudah lakukan komunikasi dan terkait jalan kami sudah komunikasi dengan dinas. Terkait masalah Wonorejo, ternyata kami tidak bisa serta merta membangun, karena baik kewenagan maupun lahan bukan menjadi hal pemerintah Tulungagung. Wilayah itu ada bada balai besar wilayah sungai (BBWS), Perhutani dan Perum Jasatirta. Oleh sebab itu, jangkauan yang bisa kami lakukan, adalah mensuport eksekutif untuk merespon itu. Kami terus lakukan upaya secara maksimal, tetapi tugas utamnya ada di pihak eksekutif. Mengenahi Lingkungan hidup, termasuk sungai yang kitor, nanti pihaknya akan lakukan koordinasi dengan pihak dinas LH. Tetapi dengan kehadiran saudara saudara ini, membuat kami tambah bersemangat untuk bekerja “, ungkap ketua DPRD Tulungagung , Marsono.

Ketika didesak untuk menjawab bagaimana kesanggupan ketua dewan, untuk menerima titipan mandat dari masyarakat, bahwa DPRD agar mendukung penggantian PJ Bupati, sebagai bagian dari tuntutan demo, Marsono sang ketua dewan secara diplomatis tegas menjawab, ” Bukan ranah tupoksi DPRD, Jelas, tupoksi DPRD ada tiga tadi. Untuk eksekusi, ranahnya ada di eksekutif. Kalau PJ ada di kementerian dalam negeri “.

Agenda demo ALMASTA 2 kali ini beda dengan demo ALMASTA 1, maupun HMI kemarin, yang agak sedikit panas, tetapi demo ALMASTA sangat tersekenario kondusif, dan santun santun saja. ( don1 )

No More Posts Available.

No more pages to load.