Jeritan Warga Kwadungan Permai di Tengah Kepungan Banjir

oleh -
oleh

KEDIRI – Suasana pagi di Perumahan Kwadungan Permai, Jumat (19/12/2025), tak lagi riuh dengan aktivitas kopi pagi atau canda tetangga. Sebaliknya, keheningan pecah oleh suara langkah kaki yang menerjang air dan isak kecemasan. Sejak Kamis malam, pemukiman yang terletak di perbatasan Desa Kwadungan (Ngasem) dan Desa Sambirejo (Gampengrejo) ini kembali berubah menjadi “lautan” cokelat.

​”Saya Harus Menyelamatkan Bayi Saya”

​Di tengah genangan yang mencapai lutut orang dewasa di wilayah Sambirejo, seorang ibu tampak berjalan tertatih. Tangannya mendekap erat seorang bayi yang terlelap, sementara bahunya memanggul tas besar berisi tumpukan pakaian kering.

“Saya mau mengungsi ke rumah saudara di Balowerti,” ucapnya singkat dengan mata berkaca-kaca. Baginya, kenyamanan rumah kini terkalahkan oleh rasa takut akan kesehatan sang buah hati.

pasang iklan_rev3

​Kisah serupa dialami Rohmad, warga Blok B. Ia menceritakan bagaimana air mulai merangkak naik sejak pukul 21.00 WIB semalam. “Puncaknya jam setengah satu dini hari tadi. Pagi ini air sudah masuk ke dalam rumah. Kalau di blok belakang, tingginya sudah selutut,” keluhnya.

​Trauma yang Berulang

​Bagi warga Kwadungan Permai, banjir seolah menjadi “tamu tak diundang” yang rutin berkunjung. Ingatan mereka masih segar pada tahun 2022, saat air mencapai satu meter dan melumpuhkan seluruh aktivitas.

​Penyebabnya klasik namun pelik. Menurut warga bernama Tri, hujan deras selama tiga jam pada Kamis sore sudah cukup untuk menenggelamkan kawasan yang dulunya merupakan daerah resapan air ini. Anehnya, air justru semakin tinggi justru setelah hujan reda, sebuah pertanda bahwa kiriman air dari hulu tak lagi terbendung.

​Balai Desa Tergenang, Tanggul Jebol

​Dampak bencana ini ternyata meluas. Kepala Desa Kwadungan, Abdul Khamid, mengonfirmasi bahwa kantor Balai Desa pun tak luput dari genangan. Penyebab utamanya bukan sekadar hujan lokal, melainkan jebolnya tanggul sungai akibat debit air yang meledak.

​”Kami mengimbau warga tetap waspada, terutama soal instalasi listrik dan dokumen penting. Kami sedang bergerak cepat berkoordinasi untuk membenahi tanggul dan berkomunikasi dengan pihak Bendungan Waru Turi agar aliran air segera bisa dialirkan,” ujar Khamid.

No More Posts Available.

No more pages to load.