Tulungagung, Arahjatim.com – Ada hal menarik ketika Arahjatim. com diajak ngobrol terkait pencalonannya di pilkada 2024 mendatang. Kepala desa Pucunglor kecamatan Ngantru, Nampak Bijak dan berhati hati. Bukan karena tidak mampu menjawab beberapa pertanyaan, tetapi justru ungkapnya sangat terjaga , agar niatan melayani masyarakat sebagai pimpinan di Kabupaten Tulungagung, tidak menyakiti perasaan siapapun.
Hal ini sangat disadari, karena momen ini, para putra putri terbaik Tulungagung tertantang untuk sama sama ingin mengabdi. Jadi menurutnya, kalau saat ini ada rasa saling bersaing , itu adalah kesalahan besar. Dalam momen seperti ini justru saling mensuport dan menguatkan adalah langkah yang bagus. Demikian gambaran pemikiran Haji Imam Sopingi, kepala desa Pucung Lor Ngantru, yang tahun ini banyak mendapat titipan aspirasi, untuk macung sebagai calon pemimpin di kabupaten Tulungagung.
Dalam diskusinya, Rabu malam,13/3/2024, banyak hal yang disampaikan, termasuk konsep bagaimana agar desa berfungsi nyata sebagai bagian dari sebuah kabupaten. Intinya bukan desa menjadi nomor dua dari sebuah wujud pemerintahan di sebuah daerah atau kabupaten.Ini yang menjadi gagasan dasar seorang ” Mbah Pucung”, sebutan populer Haji Imam Sopingi.
” Jujur, sebenarnya, awal saya itu tidak ingin maju sebagai calon pemimpin di tingkat kabupaten. Dari perkembangan dan dinamika, banyak yang berharap agar saya juga maju di tahun ini. Belum lagi para kepala desa di beberapa wilayah Tulungagung, juga memberi support riil. Karena mendapat amanah seperti itu, saya akhirnya memutuskan untuk siap. Setelah berdiskusi dengan keluarga, ditambah lagi dengan ijin saya terhadap para leluhur, maka saya ikhlas untuk menyanggupi aspirasi mereka. Jujur, banyak senior- senior diatas saya, mereka banyak pengalaman . Karena saya masih harus banyak belajar, maka mereka mereka itu saya anggap guru saya, dan bukan pesaing saya. Saya ini tidak bisa apa apa. Saya juga masih harus terus belajar Namun kalau saya dipercaya melalui system’ yang benar, maka saya harus sanggup dan siap kompetisi ” , ungkapnya.
Ketika disinggung terkait gambaran rekom, Haji Imam Sopingi, yang mengaku kader PDIP, dirinya akan tunduk pada organisasi sebagai wujud loyalitas
” Jangan dikira, kalau nanti partai merekomendasi kader selain saya, maka saya juga tunduk pada organisasi, dan ikut mendukung. Hal itu tentunya juga butuh kesadaran dan tanggungjawab semua kader. Sebaliknya kalau partai mempercayainya , maka konsekwensinya, juga harus dijalani siapapun “, tambahnya.
Seperti diketahui, jelang pilkada Tulungagung, seperti yang diungkapkan kades Pucunglor, banyak sekali putra putri terbaik Tulungagung, yang berminat untuk ” macung”. Ini adalah sebuah kesadaran demokrasi yang harus tetap dipertahankan.
Nama nama besar, seperti mantan bupati, mantan wakil bupati, mantan jaksa, pengusaha sampai tokoh tokoh masyarakat lainya yang jumlahnya puluhan, sekarang ramai ramai menjaring kolega, dan simpati masyarakat, agar Oktober 2024 nanti bisa berkompetisi, dengan modal simpati masyarakat dan rekomendasi partai sebagai syarat administratif. ( don1 ).










