
Banyuwangi, ArahJatim.com – Kapal Republik Indonesia (KRI) Karang Pilang 981 merapat di dermaga pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, Kamis (28/3/2019). Kapal milik TNI-AL dengan panjang keseluruhan sekitar 69,80 meter tersebut melakukan pengisian bahan bakar, mengisi air tawar ulang dan belanja bahan basah untuk kebutuhan persiapan operasi laut dalam rangka siaga pengamanan pemilu 17 April mendatang.
Menurut Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Yulius Azz Zainal, kedatangan KRI adalah dalam rangka bekal ulang. Sebab fungsi Lanal atau pangkalan hanya melaksanakan pelayanan kepada unsur-unsur TNI Angkatan Laut seperti, KRI, pesawat udara milik angkatan laut dan marinir yang melaksanakan operasi laut.
Baca juga : Jelang Pemilu, Bupati Tinjau Pasukan Pengamanan
“Fungsi Lanal, pangkalan kita melaksanakan pelayanan kepada unsur-unsur TNI Angkatan Laut, KRI, pesawat udara angkatan laut, maupun marinir yang melaksanakan operasi. Kita melayani mereka untuk bekal ulang. Contohnya ini KRI disini sedang melaksanakan pengisian bahan bakar ulang, air tawar ulang, dan belanja bahan basah. Itu fungsi pangkalan. Terkait operasinya KRI disini lagi apa? Komandan kapal yang bisa menjawab,” ucap Danlanal.

Sementata itu Komandan KRI Karang Pilang 981 Mayor Laut (P) Farid Ardiansyah, mengatakan bahwa dirinya mendapat perintah disamping keamanan laut, juga melaksanakan operasi tambahan sesuai konvergensi yang berlaku jelang pemilu.
Selain itu, kedatangan kapal perang tersebut guna mengamankan wilayah meliputi perairan Probolinggo, Jember, Lumajang, Situbondo, Banyuwangi, hingga perairan selat Bali dan Lombok.
Selama operasi, kapal perang yang memiliki kemampuan jelajah sekitar 926 kilometer itu melaksanakan tugas patroli laut dan melakukan operasi pengamanan menyasar titik-titik perairan yang dianggap rawan. Sehingga kemungkinan adanya gangguan dari arah laut bisa diantisipasi sejak dini selama dua minggu jelang pemilu hingga dua minggu setelah pelaksanaan pemilu.
Baca juga : Satpol PP Hingga Satlinmas Siap Sukseskan Pemilu 2019
“Intinya kita akan standby selama dua minggu sebelum pemilu hingga dua minggu setelah pemilu. Titik operasinya meliputi Bali, Banyuwangi dan Lombok, satu KRI. Ada beberapa unsur-unsur yang lain atau kapal-kapal yang lain dengan sektor yang berbeda.” ujar Mayor (P) Farid Ardiansyah.

KRI Karang Pilang yang membawa 43 prajurit berkemampuan berbeda tersebut, juga dilengkapi dengan radar pengintai serta persenjataan lengkap selama operasi berlangsung. Radar tersebut berfungsi untuk mendeteksi jika ada gangguan-gangguan dari kapal lain yang dianggap mencurigakan di perairan selat Bali dan Lombok.
KRI Karang Pilang salah satu kapal perang TNI AL di bawah naungan Komando Armada (Koarmad) II yang berkedudukan di Surabaya. Selama kegiatan operasi pemilu 2019, segala tindakan Lanal Banyuwangi dan operasi KRI merupakan perintah dan kebijakan dari Panglima Koarmad II dibawah Komandan Laksamana Muda Mintoro Yulianto.(ful)










