Janin Bayi Minta Dikubur Gegerkan Warga Banyuwangi

oleh
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/49408589366_538ab139fb_b.jpg

Banyuwangi, Arahjatim.com – Warga Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, digegerkan dengan temuan janin bayi terbungkus koran dan plastik yang dibuang di tepi jalan raya, Minggu (19/1/2020) pagi. Saat ditemukan, kondisi janin yang diperkirakan berusia lima bulan dalam kandungan tersebut sudah mengeluarkan bau tak sedap.

Janin bayi pertama kali diketahui oleh Sutiani (55), warga setempat yang saat itu sedang melakukan aktivitas olah raga pagi tak jauh dari rumahnya. Saat berjalan di tepi jalan raya, Sutiani secara tidak sengaja menendang  bungkusan hingga membuat bungkusan tersebut terjatuh ke sebuah jurang yang tidak begitu dalam.

pasang iklan_rev3

Awalnya Sutiani tak menaruh curiga terhadap bungkusan tersebut. Lantaran mengeluarkan bau tidak sedap akhirnya Sutiani memberanikan diri membuka bungkusan. Namun setelah dibuka, ternyata bau tak sedap tersebut berasal dari janin bayi yang diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya di tepi jalan raya.

“Saya enak lari-lari pagi, ya saya kira hanya bungkusan sampah terus kena tendang kaki saya bungkusan itu terjatuh ke bawah jurang tapi enggak begitu dalam. Kok ternyata ada bau busuk gitu, karena saya curiga saya akhirnya membuka bungkusan itu. Ternyata ada janin bayinya. Janin itu perkiraan masih usia 5-6 bulan dalam kandungan,” kata Sutiani saat ditemui ArahJatim.com di rumahnya.

Menariknya, dalam bungkusan itu warga menemukan secarik kertas bertuliskan “Tolong Dikubur”, dengan maksud agar warga yang menemukan bungkusan itu mau menguburkan janin. Selain itu juga ditemukan selembar uang Rp 100 ribu yang diduga kuat sengaja ditaruh oleh pembuang bayi sebagai imbalan bagi warga yang mau menguburkan janin tersebut.

“Iya ada uang dan kertas ada tulisannya juga,” tambah Rony, warga lainnya.

Hingga kini, kasus temuan janin bayi bersurat wasiat tersebut masih ditangani Tim Unit Reserse Kriminal Polsek Glagah. Pihak kepolisian juga masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi, dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap siapa pelaku pembuang janin bayi malang tersebut.

“Untuk janin bayi sudah kami evakuasi ke RSUD Blambangan. Kita masih melakukan penyelidikan. Bukti secarik kertas dan uang Rp 100 ribu masih kita amankan untuk mengungkap kasus ini. Mudah-mudahan bisa segera terungkap siapa pembuang janin ini,” jelas Kapolsek Glagah, AKP Imron melalui Kanit Reskrim Aiptu Slamet Edi di Mapolsek Glagah, Minggu siang. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.