Imbas Massifnya Corona, Wahidin Minta Tangerang Raya Surati Kemenkes Terapkan PSBB

oleh -
Gubernur Banten, Wahidin Halim

Serang, Arahjatim.com – Dengan semakin maraknya penyebaran virus corona, Gubernur Banten Wahidin Halim mencoba menerapkan beberapa cara agar penyebaran covid-19 tidak semakin memperburuk keadaan. Wahidin mengaku telah menyetujui pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Raya. Hingga kini, Wahidin telah menginstruksikan kepala daerah di Kaupaten Tangerang, Kota Tangerang, serta Tangerang Selatan untuk mengirim surat kepada presiden Jokowi dan Kementerian Kesehatan terkait pemberlakuan PSBB.

“Hari ini saya sudah telepon bupati (Tangerang), wali kota Tangsel maupun wali kota Tangerang agar secepatnya membuat surat ke presiden dalam hal ini Kemenkes untuk dipertimbangkan perlunya PSBB dalam melakukan pembatasan yang ada di wilayah Jabodetabek,” kata Wahidin Halim di Serang.

Namun, penerapan PSBB yang dicanangkan oleh Wahidin tentu bukannya tanpa risiko, aspek yang mungkin akan terkena dampak ialah sektor kebutuhan dasar rakyat Banten. Dampak dari pemberlakuan PSBB tentu akan sangat dirasakan oleh masayarakat dengen perekonomian menengah kebawah, maka dari itu, Wahidin telah meminta kesiapan kepala daerah di Tangerang Raya perihal kebutuhan pokok, serta subsidi bagi masyarakat yang terkena dampak virus corona tersebut.

“Pemerintah Provinsi memberikan dukungan sepenuhnya terhadap langkah-langkah yang akan diambil bupati dan walikota. Termasuk sharing cost terhadap pengamanan sosial masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 9 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berksala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 itu, disebutkan bahwasanya Menkes mempunyai keweanangan dalam penerapan PSBB di sebuah wilayah, namun kewenangan itu harus melalui permohonan Gubernur, Walikota, maupun Bupati.

Menurut Wahidin, dalam keseharian masyarakat Banten melakukan aktivitas hilir mudik Banten-Jakarta dan sebaliknya. Hal inilah yang menyebabkan meningkatnya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Provinsi Banten.

 “Kami kesulitan dalam rangka karantina meski sudah menyiapkan hingga 250 tempat tidur di RSUD Banten yang telah disiapkan menjadi rumah sakit khusus pasien Covid-19. Namun dalam perkembangannya masih belum tercukupi,” kata Wahidin Halim.

Hingga saat ini terdapat 144 kasus positif Covid-19 di tiga wilayah. Sebanyak 37 kasus di Kabupaten Tangerang, 47 kasus di Kota Tangerang, dan 60 kasus di Kota Tangerang Selatan.

(fik)