Kediri, ArahJatim.com – Persepsi masyarakat terhadap permainan domino perlahan mulai bergeser. Permainan rakyat yang identik dengan tempat ronda dan acara hajatan ini resmi menginjakkan kaki di panggung olahraga prestasi.
Melalui Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar pada Ahad, 2 Agustus 2026, Pengurus Cabang Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kota Kediri resmi terbentuk untuk masa bakti 2026–2030.
Dalam sidang pleno IV yang dipimpin oleh pimpinan sidang Yudi Purwoko, S.H.I., Muhammad Isnan, dan Bagus Wibowo, S.H., M.H., keputusan bulat menetapkan Imam Wihdan Zarkasyi sebagai Ketua Umum Pengcab ORADO Kota Kediri. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 02/ORADO-KJR/TAHUN 2026.
Pria yang akrab disapa Pak Lek Imam—yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar Kota Kediri—diberi amanat bersama tim formatur untuk menyusun kepengurusan lengkap dalam waktu 14 hari ke depan.
Menepis Stigma, Menjangkau Generasi Muda
Ditemui usai penetapan, Pak Lek Imam menegaskan komitmennya untuk membawa angin segar bagi perkembangan domino di Kota Kediri. Salah satu tantangan terbesar pengurus baru adalah menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada domino.
”Domino ini basisnya memang permainan rakyat, ada stigma-stigma lama yang harus kita tutup. Kita ingin kembangkan kebaikan-kebaikannya dan membina olahraga ini agar menjadi olahraga prestasi yang benar-benar diinginkan masyarakat,” ujar Pak Lek Imam.
Untuk menjaring bibit-bibit atlet berprestasi, Pengcab ORADO Kota Kediri berencana melakukan pembinaan secara terstruktur, terutama menyasar kelompok umur dan generasi muda.
”Kami punya rencana untuk lebih aktif bergerak di kelompok muda. Kita akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah, UKM di tingkat mahasiswa, Karang Taruna, kelompok RT/RW, hingga ormas yang punya passion mengembangkan olahraga ini,” tambahnya.
Langkah ini disiapkan guna menyongsong Porprov Jawa Timur 2027, di mana ORADO diharapkan sudah menjadi cabang olahraga yang resmi dipertandingkan dan mampu menyumbang medali bagi Kota Kediri.
Dukungan Pengprov Jatim dan KONI Kota Kediri
Langkah ORADO Kota Kediri mendapat apresiasi penuh dari Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Jawa Timur. Perwakilan Pengprov ORADO Jatim, Hendra Prayogi, S.H., mengungkapkan bahwa domino memiliki potensi luar biasa karena sudah menyatu dengan budaya masyarakat.
”Awalnya banyak yang ragu apakah organisasi ini serius. Tapi faktanya, domino ini permainan kerakyatan dari RT sampai hajatan. Sekarang tugas kita adalah mengarahkannya ke jalur prestasi. Pada 21 Mei lalu, ORADO secara resmi sudah ditetapkan sebagai anggota KONI di tingkat pusat,” jelas Hendra.
Hendra juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi secara profesional, pemanfaatan media sosial untuk merangkul Gen-Z, serta sosialisasi aturan resmi ORADO yang berbeda dari permainan biasa—seperti penggunaan meja dan batu khusus alih-alih kartu.
Dukungan serupa ditiupkan oleh Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko. Menurutnya, kehadiran ORADO menambah amunisi baru bagi dunia olahraga di Kota Kediri.
”Ini sangat positif sekali. Kota Kediri membutuhkan cabor-cabor baru. Belum resmi saja kegiatannya sudah luar biasa, apalagi kalau sudah resmi. Harapan kami di Porprov Surabaya nanti domino bisa langsung dipertandingkan tanpa lewat eksibisi, sehingga bisa menambah pundi-pundi medali Kota Kediri,” tegas Eko.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Imam Wihdan Zarkasyi, ORADO Kota Kediri optimistis mampu melahirkan atlet-atlet domino berbakat yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.












