Hasil Pertemuan Dengan POTUS

oleh -
oleh
Malika Dwi Ana

Ada berita Presiden JKW akan membawa 10,2 T dari pertemuan di AS. 

Realitasnya?

Belum kejadian duit ada di tangan. Sama seperti duit 11.000 T di kantong kiri yang masih gaib. Barang gaib itu tidak perlu dibahas, percuma karena bentuknya gak ada. 

pasang iklan_rev3

Duit 10,2 T itu hibah ataukah pinjaman ya kurang paham juga. Duit 10,2T di zaman Pak Harto tinggal panggil Bos Djarum, Gudang Garam, Salim, Sinar Mas di Tapos 30T – 50T kayaknya masih dapet

Atau soal foto-foto entah real entah editan dengan Joe Biden, karena real atau editan sering gak terlalu penting dan susah dibedakan. Yang bangga menyebarkan foto-foto tentunya bucin rezim, merasa mbedhodhok hatinya, bangga karena idolanya begitu akrab dengan orang nomor satu di AS. 

Juga pertemuan dengan Elon Musk, CEO pemilik Tesla, Space X yang barusan membeli Twitter. Banyak yang memelototi sepak terjang pendekatan pejabat Indonesia dengan sang super kaya Elon Musk. EM berpakaian kasual dan biasa saja. Ada kesan, bila EM hanya bertemu dengan orang biasa saja. Padahal beliau “PM” dan Presiden lho. Sebagian besar pesimis jika EM bersedia investasi.

Hasil keakraban dan pertemuan itu apa? Masih tanda tanya. 

Tapi secara citra dianggap sudah dapat mendongkrak popularitas; ini loh presidenku keren, gak katrok seperti yang selama ini dienyek-enyek orang. Orang yang kalian sebut songong, ternyata strategic ulung, bisa akrab dengan Joe Biden, bisa ngobrol dengan Elon Musk, Kadrun kejang-kejang… Dan was wes wos lainnya. Sampai menganggap baru 7,5 tahun belakang ini, di bawah kepemimpinan Pak JKW Indonesia berprestasi. Presiden yang dulu ngapain ajah… 

Dari sisi oposan, memotret kedekatan itu lebih pada bahasa tubuh yang terlihat siapa mendikte siapa. Bawa contekan lagi. Dan banyaknya kejanggalan, banyak editan pada foto-foto tersebut. Ibarat kuntul diunekke banyak…foto-foto itu tidak mengubah citra bahwa kita dipermalukan. Elon Musk bahkan sampai detik ini pun belum posting pertemuannya dengan presiden di akun pribadinya. Sebaliknya, pihak presiden begitu aktif memposting foto-foto pertemuan. Artinya apa? Presiden tidak penting sama sekali bagi Elon Musk dan kayak dianggap ngemis. Tapi bani kendi sudah bangga kesana-kemari. 

Jadi inget bahwa semenjak kemunculan Pak JKW dulu di kancah politik nasional memang disertai arus besar anti-intelektualisme, jadi banyak orang yang kehabisan akal untuk membuktikan kehebatannya meski sering tampak jelas dipaksakan. Mau diupgrade ataupun dipoles seperti apapun sepertinya akan susah. 

Jadi perdebatan seperti ini sebenarnya tidak perlu, buang-buang waktu. 

Intinya, kita ini menginginkan punya pemimpin yang cakap dalam banyak hal, termasuk komunikasi, pantas bicara di forum-forun internasional, dihargai dan dihormati seperti sebelum-sebelumnya.

Yang lebih penting lagi, kehadiran di forum-forun dunia ini menghasilkan realitas menguntungkan bagi negara, bagi segenap masyarakat Indonesia, bukan hanya citra dan seolah-olah berhasil bawa investasi ini itu. Yang pamer pakai foto lagi ngobrol dengan bule bisa dibilang mental inferioritas akut. Padahal yang lebih penting dari sekadar foto-foto adalah manfaat dari hasil obrolan mereka buat masyarakat Indonesia, misal membawa investasi sebesar-besarnya, Research and Development (RnD), transfer teknologi dan kolaborasi dari apa yang akan dikerjakan dan seterusnya. 

Maka alangkah lebih baiknya jika foto-foto yang dibagikan disertai dengan pengumuman rencana untuk membuka fasilitas penelitian bersama untuk mengembangkan sistem transportasi yang berkelanjutan, misalnya… 

Dah, ngopi aja dulu…(mda) 

Penulis: Malika Dwi Ana, Pengamat Sosial Politik.

No More Posts Available.

No more pages to load.