Banyuwangi, ArahJatim.com – Kawasan hutan di jalurĀ pendakian Gunung Raung perbatasan antara dua Kabupaten, Banyuwangi dan Bondowoso terlihat terbakar sejak Jumat (4/10/2019) siang. Bahkan hingga Sabtu (5/10/2019) dini hari, kobaran api yang membakar ilalang dan dahan pohon kering masih tampak jelas terlihat dari Desa Kalibaru Wetan yang terletak di lereng gunung setinggi, 3.200 meter diatas permukaan laut (MDPL).
Menurut data dari BPBD Banyuwangi, saat terjadi kebakaran terdapat tiga belas pendaki, tujuh di antaranya warga negara asing (WNA) dari Singapura yang terjebak tidak bisa turun lantaran jalur pendakian terbakar.
Selain itu, hembusan angin yang cukup kencang, membuat api cepat menjalar hingga melahap pos 7 dan 8 yang ada di kawasan jalur pendakian.
Hingga dini hari tadi, ketiga belas pendaki yang sedianya akan turun di pos awal pendakian yaitu pos 7 yang terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Kalibaru masih terjebak di pos 9, menunggu tim SAR gabungan melakukan evakuasi.
“Hutan Gunung Raung memang terbakar tapi masuk wilayah Bondowoso, karena banyak ilalang yang mengering musim kemarau. Api membesar karena angin juga bertiup cukup kencang. Proses evakuasi dilakukan tim SAR dari jalur pendakian Kalibaru karena pendaki naik gunung ya dari Pos di Desa Wonorejo. 13 pendaki ada yang dari Jakarta, Jember dan warga lokal. Untuk warga asing asal Singapura ada 7 orang. Penanganan tim SAR, akan melakukan penyekatan agar api tak semakin meluas. Tim SAR juga akan menuju lokasi pendaki yang terjebak mengirim bantuan makanan karena bekal makanan pendaki sudah menipis,” kata Kabit Kedaruratan dan Logistik, BPBD Banyuwangi, Eka Muharam.
Belum diketahui secara pasti penyebab terbakarnya puncak Gunung Raung tersebut. Namun menurut warga sekitar, kebakaran hutan sudah terjadi sejak dua hari lalu.
“Api sudah muncul sejak dua hari yang lalu. Setiap lima tahun sekali memang begini. Kalau dikatakan khawatir ya khawatir apinya mendekat ke pemukiman. Sebab apinya sangat besar. Malam ini aja gak kelihatan karena ada kabut,” ungkap Sofi warga Dusun Krajan Desa Kalibaru Wetan.
Hingga subuh tadi, tim SAR gabungan masih melakukan penanganan dengan melakukan penyekatan agar kobaran api tidak menjalar ke kawasan perkebunan milik warga setempat yang berada di pos Jatirino, Deda Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.

Selain itu, tim SAR gabungan juga masih melakukan pendakian untuk membawa bekal makanan dan mengevakuasi terhadap ketiga belas pendaki yang terjebak. Sulitnya medan dan letak lokasi pendaki yang cukup jauh, menyulitkan tim SAR melakukan proses evakuasi. (ful)
Berikut data nama dan alamat korban terjebak:
- Pak Widi (Lk) wiraswasta, alamat: Kalibaru, KabupatenBanyuwangi
- Sam (Lk) wiraswasta, alamat: Kalibaru, KabupatenBanyuwangi
- Sinyo gimbal (Lk) wiraswasta, alamat: Kalibaru, KabupatenBanyuwangi
- Pak Putri (Lk) wiraswasta, alamat: Kalibaru, KabupatenBanyuwangi
- Lutfi Sofian (23/Lk) mahasiswa, alamat: Wirowongso, KecamatanAjung, KabupatenJember
- Felisianus Jeremy (35/Lk) karyawan swasta, alamat: Pegangsaan Dua, KecamatanKelapa Gading, Jakarta Utara
- Ng Hui-Lin (23/Pr) WN Singapore
- Kom Jun Wei (25/Lk) WN Singapore
- Shervon Ong (24/Pr) WN Singapore
- Teo Yi Xian (24/Lk) WN Singapore
- Pang Jia Hui (25/Lk) WN Singapore
- Beh Ing Tsyr (23/Pr) WN Singapore
- Chua Ying Jie (27/Lk) WN Singapore.
Sumber data: Tim SAR.










