Kediri, ArahJatim.com – Setelah sempat vakum, Gerak Jalan Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman akhirnya kembali digelar oleh Pemerintah Kota Kediri melalui Disbudparpora pada Sabtu Legi, 20 Desember 2025. Kegiatan bersejarah yang terakhir berlangsung pada 2009 ini kembali dihidupkan untuk menumbuhkan nilai patriotisme sekaligus memperkenalkan kembali jejak perjuangan Sang Panglima Besar kepada generasi muda.
Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo, SH., MM, dalam pres rilisnya, Jum’at (12/12/2025), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan atas semangat perjuangan Jenderal Soedirman yang gigih memimpin perlawanan gerilya melawan Agresi Militer Belanda.
Tahun ini kita kembali menggelar napak tilas untuk mengingatkan semangat juang, persatuan, dan kecintaan terhadap alam serta tanah air, ujarnya.
Tema, Tagline, dan Tujuan
Kegiatan tahun ini mengusung tema:
“Menapak Jejak Perjuangan, Menjaga Alam Kediri“
Dengan tagline:
“Melangkah Bersama, Menuju Kota Kediri Mapan”
Adapun tiga tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah:
- Menanamkan jiwa patriotisme dan nilai luhur perjuangan pahlawan bangsa.
- Memperkenalkan kebesaran sosok Jenderal Soedirman, simbol ketangguhan dalam mempertahankan kemerdekaan.
- Memupuk semangat persatuan pemuda sebagai bagian penting pembangunan nasional.
Rute dan Titik Pos
Gerak jalan dimulai dari Balai Kota Kediri (Jl. Jenderal Basuki Rahmad No. 15) dan berakhir di Pesanggrahan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Dusun Magersari, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Total terdapat 7 pos yang harus dilalui peserta:
Start – Balai Kota Kediri
- Pos I – Kantor Disbudparpora
- Pos II – Karang Nongko
- Pos III – Parangjati
- Pos IV – Goliman
- Pos V – Pal Daplang
- Pos VI – Plorotan
- Pos VII – Magersari (Finish)
Setiap pos akan memberikan stempel pada nomor dada peserta sebagai bukti telah melewati seluruh rute.
Antusiasme Peserta: Dari Pelajar hingga Usia 60 Tahun
Pendaftaran yang dibuka mulai 2–15 Desember berlangsung sangat meriah. Peserta berasal dari sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga masyarakat umum berbagai usia. Ada kelompok beregu campuran, peserta usia 13 tahun hingga 60 tahun, serta kontingen dari luar kota.
Antusiasme masyarakat luar biasa. Bahkan banyak peserta yang meminta agar kuota ditambah, ungkap Bambang.
Rangkaian Acara di Garis Finish
Di titik akhir, panitia menyiapkan serangkaian acara mulai pukul 14.00–16.00 WIB, antara lain:
- Pengalungan medali untuk 1.000 finisher pertama
- Pembagian kupon undian untuk memperebutkan Grand Prize 2 unit sepeda motor
- Hiburan electone
- Pengundian doorprize menarik lainnya
Peserta yang tidak masuk 1.000 finisher pertama tetap memperoleh e-sertifikat dan kupon undian.
Hadiah Uang Penghargaan Total Rp114 Juta
Panitia menyediakan hadiah uang pembinaan dengan total mencapai Rp114 juta, yang ditransfer langsung ke rekening pemenang. Kategori meliputi:
- Kelompok/Beregu
- Perorangan usia 16–30 tahun
- Perorangan usia 31–60 tahun
- Nominator kelompok terbaik
- Nominator perorangan terbaik
Harapan Acara Menjadi Tahunan
Dinas Kominfo Kota Kediri, melalui Rony Yusianto, S.Sos, menambahkan bahwa acara ini diharapkan bisa diadakan setiap tahun.
“Model napak tilas seperti ini hanya ada di Mojokerto-Surabaya, dan sekarang Kediri-Bajulan, dengan rute yang cukup menantang, bahkan kita berharap bisa menjadikannya skala nasional,” pungkasnya. (das)










