Jember,ArahJatim.com – Kabar gembira datang dari sektor perumahan bagi masyarakat Jawa Timur. Kabupaten Jember secara resmi ditetapkan sebagai penerima kuota rumah subsidi terbesar di provinsi ini, dengan alokasi fantastis 8.000 unit rumah dari Pemerintah Pusat.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Perumahan Rakyat, Maruarar Sirait, dalam acara sosialisasi Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) bertajuk “Optimasi FLPP dan KUR Perumahan dalam Mewujudkan Percepatan 3 Juta Rumah Bersama UMKM Indonesia” di Aula Pemkab Jember, Sabtu malam (18/10).
Dalam dialog hangat bersama ratusan peserta, Menteri Ara, didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait dan Komisioner Tapera Heru Pudyo Nugroho, menanggapi langsung keluhan masyarakat terkait kredit. Ia bahkan memastikan perwakilan bank, termasuk BRI, siap melayani di tempat untuk memproses masalah yang memenuhi persyaratan.
Tantangan untuk Pengembang dan Inovasi Pembiayaan
Menteri Ara secara tegas menantang para pengembang, kontraktor, dan toko bangunan di Jember untuk memastikan kesiapan mereka dalam merealisasikan target 8.000 unit tersebut. “Mampu berapa sekarang? Tahun depan mampu berapa? Apakah siap?” tanyanya, disambut gemuruh kesiapan oleh para pelaku usaha.
Dukungan penuh datang dari perbankan, seperti BTN, BRI, Bank Jatim, dan Bank Mandiri. Mereka siap mendukung program ini dengan menawarkan potongan bunga kredit sebesar 6 persen dari bunga normal 12 persen. Insentif bunga ini juga diperluas untuk dimanfaatkan oleh UMKM dalam mendirikan atau merenovasi tempat usaha.
Tak hanya itu, Menteri Ara juga mendorong inovasi skema pembiayaan perumahan khusus untuk mahasiswa di Jember, yang dikenal sebagai kota pendidikan dengan populasi mahasiswa besar.
Tapera Siapkan Skema Khusus Mahasiswa
Menanggapi ide tersebut, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, memastikan mahasiswa pun dimungkinkan mengambil kredit rumah. Heru menjelaskan perlunya desain khusus untuk mengatasi kendala masa kredit.
”Kredit rumah biasanya minimal 10 tahun, padahal mahasiswa rata-rata kuliah 4 sampai 5 tahun. Kita ingin ada desain khusus yang memungkinkan over kredit atau jual beli setelah periode tertentu,” jelas Heru.
Realisasi FLPP Capai 58 Persen Nasional
Secara nasional, Heru juga melaporkan kemajuan program perumahan. Hingga kini, realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 203.154 unit, atau sekitar 58 persen dari target nasional 350.000 unit. Ia menambahkan, program perumahan nasional diproyeksikan mencapai 248.000 unit hingga akhir 2025.
Acara di Jember ini ditutup dengan pelantikan pengurus Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jember, menandai kesiapan ekosistem perumahan di daerah tersebut untuk menyongsong target besar 8.000 rumah subsidi.











