Surabaya, ArahJatim.com – Keluhan warga di Jalan Kayoon terkait bau busuk yang menerpa akhir-akhir ini kini ditindaklanjuti oleh DPRD Kota Surabaya.
Bau busuk yang berasal dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) mereka ditengarai berasal dari limbah dan sisa makanan dari hotel dan restoran di Surabaya.
“Adanya laporan warga terkait bau busuk, kami tindaklanjuti memanggil pihak yang terlibat,” ucap Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Baktiono saat memanggil beberapa pihak hotel di Surabaya untuk dimintai keterangan, Senin (20/9).
Baktiono meminta kepada pengusaha hotel dan restoran untuk segera menyelesaikan permasalahan sampah tersebut. Pasalnya sampah dapat menjadi masalah serius jika terus dibiarkan.
“Sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2014, sudah jelas TPS hanya untuk sampah rumah tangga, sedangkan untuk sampah hotel, restoran, maupun mal, bahkan pasar sekalipun harus menyediakan IPAL atau Instalasi Pengelolaan Air dan Limbah,” kata Baktiono.
Sementara itu, pemanggilan terkait permasalahan limbah ini dihadiri oleh beberapa hotel di antaranya, Hotel Sheraton, J.W Marriot, Haris, Grand Daffam, Sahid, Bumi, Wyndham, Sulawesi, Narita, Four Point, hingga Shangrila.
Dari beberapa pihak hotel, mereka sepakat menjawab bahwasanya limbah tersebut dibuang oleh vendor, atau pihak ketiga.
“Untuk limbah, sampah kami bekerjasama dengan pihak ketiga. Nah kami tidak tahu jika akhirnya malah dibuang ke tempat yang salah (TPS Kayoon),” ujar salah seorang manager hotel saat menghadiri rapat bersama komisi C.
Selain itu, atas kejadian tersebut pengusaha hotel siap bertanggung jawab. Hal ini dituturkan oleh Direktur Humas Harris Hotel, Setiawan Nanang yang mengatakan jika nantinya pihak hotel akan bersikap tegas jika vendor tidak menunaikan tugas dengan baik.
“Kita akan sampaikan lagi kepada vendor atau pihak ketiga, apa betul sampah tersebut dibuangnya ke Benowo?, saya juga khawatir bahwa sampah-sampah nantinya dibuangnya ke TPS. Nanti akan kita panggil, dan kita ajak bicara. Apabila memang membuangnya bukan di TPA ya kan kita putus kontraknya,” katanya.












