Dipaksa Lakukan Hal Tak Senonoh, Bocah 17 Tahun Bunuh Waria Pemilik Salon

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – Kasus pembunuhan disertai pencurian terjadi di salah satu salon Desa Langpanggang, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Korban seorang waria Asmat (35) pemilik salon warga Desa Petenteng, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar mandi salon miliknya.

Korban ditemukan oleh RY dan GS (Saksi) saat keduanya hendak memotong rambut. Namun saat tiba di lokasi mereka berdua mendapati salon kosong dan listrik dalam kondisi padam.

Kronologis kejadian, pada hari Kamis tanggal 3 September 2020 sekitar pukul 17.50 WIB, saksi RY bersama seorang temannya GS mendatangi salon milik Asmat dengan maksud hendak memotong rambut.

Saat tiba di salon, keduanya sudah mendapati salon dalam keadaan kosong dan listrik dalam kondisi padam. Mereka tidak lantas langsung pulang, melainkan menunggu kedatangan pemilik salon.

Karena cukup lama menunggu, RY pergi hendak buang air besar ke kamar mandi yang ada di dalam salon. Akan tetapi di kamar mandi tersebut, RY mendapati korban sudah tidak bernyawa dalam posisi tergantung di lehernya terikat selang air.

Atas temuan tersebut, kemudian RY dan GS memberi tahu tetangga di sekitar salon dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Modung.

Secara berjenjang melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangkalan. Kemudian tim dari Satreskrim Polres Bangkalan bersama tim identifikasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra dalam rilisnya saat melakukan olah TKP terdapat kejanggalan pada posisi kepala bagian belakan, sebab terdapat luka akibat benda tumpul.

“Berdasarkan olah TKP juga kondisi salon berantakan dan hanphone maupun kendaraan roda dua milik korban tidak ada ditempat,” ujarnya.

Setelah melakukan olah TKP, polisi terus melakukan serangkaian penyelidikan. Sehingga sekitar pukul 21.30 WIB polisi berhasil mengamankan pelaku dari pembunuhan tersebut.

“Pada saat pelaku mengendarai sepeda motor bersama temennya, karena ini dua orang dihentikan oleh petugas lalu digeledah dan ditemukan handphone korban berada pada pelaku,” imbuh Rama.

Dalam proses penangkapan yang dilakukan polisi di pinggir jalan sekitar pasar berhasil mengamankan satu pelaku MT (17), sementara MA (16) berhasil melarikan diri yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Setelah melakukan penangkapan, polisi langsung menggeledah kediaman pelaku. Dari penggeledahan ini ditemukan motor milik korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatan yang dilakukannya hingga mengakibatkan nyawa korban melayang.

“Pelaku MT melakukan pembunuhan dengan cara memukul kepala korban menggunakan kayu sebanyak tiga kali dibantu oleh MA. Kemudian korban diikat tangan dan kakinya lalu diseret ke kamar mandi,” papar Rama.

Tak berhenti disitu, saat di kamar mandi korban kembali dipukuli hingga pingsan lalu tersangka menjerat leher korban menggunakan selang air dan diikatkan di atap kamar mandi.

“Para tersangka mengambil uang milik korban, handphone dan motor kemudian melarikan diri,” kata Rama.

Adapun motif dari pembunuhan disertai pencurian tersebut karena kesal. Berdasarkan keterangan dari tersangka bahwa tersangka dipaksa oleh korban untuk melakukan perbuatan asusila akan tetapi tersangka menolak.

Dari situ terjadi percekcokan dan perlawanan yang menimbulkan terjadinya pemukulan yang mengakibatkan nyawa korban melayang.

“Barang bukti yang kita amankan satu buah selang warna biru, baju korban, satu lembar handuk dan kain warna merah dan biru, satu unit sepeda motor serta handphone milik korban,” tutur Rama.

Akibat perbuatannya, kontruksi pasal yang disangkakan sementara pasal 338 KUHP jo, pasal 55 ayat 1 atau pasal 351 ayat 3 jo, pasal 55 dan pasal 363 ayat 1,4 dan 5 KUHP. Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Soebarnapraja menjelaskan bahwa pelaku awal mulanya mau nyalon serta sudah beberapa kali nyalon di tempat itu juga.

“Yang pasti awalnya bukan mau nyuri, memang mau nyalon kemudian terjadi insiden seperti itu yang akhirnya karena sudah terlanjur diambillah barang-barang kroban. Itu sementara berdasarkan keterangan, dia membunuh juga karena situasi yang berkembang saat itu dipaksa melakukan perbuatan asusila,” ucap Agus singkat. (fat/fm)