Tulungagung, Arahjatim.com – Fenomena dan Dinamika budaya Tulungagung, masih menjadi pusat perhatian pemerhati budaya tanah air. Hal ini banyak dibuktikan, ketika di lain daerah, kemudian menyebut nama kita Tulungagung, maka akan muncul berbagai komentar terkait budaya. Salah satu hal fenomenal itu adalah nama besar kelompok kesenian ketoprak kebanggan Tulungagung, “Siswo Budaya”.
Kebasaran nama itu ternyata menginspirasi seniman dan garis turun pimpinan Siswo Budaya. Dari situlah tumbuh kelompok kelompok seni ketoprak, yang tujuan semula adalah melanjutkan dan ” nguri- uri ” kesenian khas tersebut.
Kabupaten Tulungagung memang memiliki segudang seniman handal dan berprestasi. Namun, para seniman yang ada di Kota Marmer ini ‘sering’ dipandang sebelah mata. Hal ini yang kadang membuat jengah para seniman.
Seniman Ketoprak Sari Budoyo misalnya, sering kali melakukan pentas di daerahnya maupun luar daerah, tapi tak pernah dapat respon dari dinas terkait. Padahal, selama pentas dan tidak pernah dikomersilkan itu, alias gratis.
Ironisnya, Ketoprak Sari Budoyo malah justru dikesampingkan. Sebagai catatan, saat ada pentas di Surabaya maupun Jakarta, justru ketoprak yang gak eksis selalu digandeng, dan terus selalu dipakai. Mungkinkah mereka yang dianggap bisa diajak memainkan anggotanya.?
Merasa dikesampingkan dan adanya diskriminasi, akhirnya kesenian Ketoprak Sari Budoyo ini membubarkan diri dan mengembalikan Nomor Induk ke Dinas Pariwisata Tulunggung. Hal itu yang disampaikan Penasehat Ketoprak Sari Budoyo, Agus Timur, Selasa,2/4/2024.
“Beberapa hari lalu saya di Dinas Pariwisata Tulungagung. Yang jelas, kami mengakui kebanggaan menjadi seniman Tulungagung, karena nama besar Ketoprak Siswo Budoyo itu masih digandrungi daerah lain,” urainya.
Hal sangat dikenang dari ucapan kepala dinas, ketika ditanyakan oleh Agus Timur, di Tulungagung itu banyak kelompok seni ketoprak, mengapa setiap ada duta pentas, baik lokal maupun nasional, pemkab Tulungagung tidak mau melibatkan kelompok lain, dan memainkan kelompok itu itu saja, jawap kepala dinas kepala dinas ” kami tidak bisa berbuat apa apa. Itu atas petunjuk pak Bupati ” ( waktu itu bupatinya Maryoto Birowo ).
Terkait pengembalian Nomor Induk Sari Budoyo ini, Kepala Dinas Pariwisata Tulunggung Bambang Ernawan belum berhasil dikonfirmasi. “Bapak masih belum rawuh,” kata Plt Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Tulunggung, singkat. ( don1).










