Desa Bayu Kecamatan Songgon Tidak Bisa Dilepaskan Dari Sejarah Kota Banyuwangi

oleh -
oleh
Sebuah petilasan berbentuk candi yang ada di sekitar danau dipercaya masyarakat sebagai tempat favorit Prabu Tawang Alun bertapa saat berkuasa di kerajaan Blambangan pada dahulu kala. (Foto: ArahJatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Kisah KKN di Desa Penari sempat viral di dunia maya dan banyak menjadi sorotan masyarakat. Kisah horor tersebut ditulis oleh akun anonim@simplem81378523 di twitter. Kisah yang ditulis secara gamblang oleh si-akun anonim tersebut mengisahkan pengalaman horor dari kedua narasumber saat melakukan KKN di desa yang disebutnya desa penari pada tahun 2009 lalu. Penulis sengaja tidak menyebutkan secara detail nama desa dengan alasan untuk menjaga privasi dari si narasumber. Penulis hanya menyebutkan desa penari ada di sebuah kabupaten di ujung timur pulau Jawa yang bernisial “B”.

Ada dua kabupaten yang dicurigai netizen sebagai tempat di mana kisah KKN horor tersebut terjadi. Yakni di Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Sementara, Banyuwangi dipercaya netizen sebagai tempat di mana kisah tersebut terjadi, karena kabupaten Banyuwangi memang terletak di ujung timur pulau Jawa.

Baca Juga :

pasang iklan_rev3

Santernya pemberitaan KKN di Desa Penari menyebabkan masyarakat mendatangi petilasan untuk memastikan benar tidaknya, Rowo Bayu merupakan tempat kisah KKN di Desa Penari terjadi. Wana Wisata Rowo Bayu tak ubahnya sebuah destinasi wisata alam yang menyuguhkan pemandangan hutan asri dengan danau kecil berair tenang.

Terletak sekitar 35 km dari pusat kota Banyuwangi, wisata alam di kaki Gunung Raung memang tergolong sangat sunyi, memiliki lima sumber mata air, yakni sumber mata air Kaputren, Dewi Gangga, Kamulyan, Panguripan dan sumber mata air Rahayu. Rowo Bayu tidak hanya tempat wisata alam saja, tapi juga sebagai tempat wisata sejarah yang menyimpan misteri, bukan seperti kisah KKN di Desa Penari, melainkan sebuah sejarah Kerajaan Blambangan.

Sebuah petilasan berbentuk candi yang ada di sekitar danau dipercaya masyarakat sebagai tempat favorit Prabu Tawang Alun bertapa saat berkuasa di kerajaan Blambangan pada dahulu kala.

Sebuah foto yang dicantumkan penulis dalam artikel berupa petilasan juga memang benar ada di Kabupaten Banyuwangi, terletak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, masuk kawasan wana wisata alam Rowo Bayu. Netizen banyak yang mengkait-kaitkan bahwa Rowo Bayu adalah bagian dari cerita horor.

Meski penulis cerita telah mengklarifikasi pada akun youtube Raditya Dika bahwa foto petilasan di Rowo Bayu dalam artikel hanyalah ilustrasi. Namun netizen terlanjur percaya tempat tersebut adalah tempat sesungguhnya dalam kisah KKN di Desa Penari.

Desa Bayu di Kecamatan Songgon tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari sejarah kota Banyuwangi. Hari jadi Banyuwangi yang selalu diperingatai pada tanggal 18 Desember juga terinspirasi dari perang besar yang pernah terjadi antara warga Blambangan melawan penjajah di Desa Bayu.

Perang tersebut dikenal dengan ‘Puputan Bayu”, terjadi pada tanggal 18 Desember 1771 silam. Ada puluhan ribu rakyat Blambangan tewas akibat perang besar-besaran melawan penjajah. Adanya kisah KKN di Desa Penari yang dikaitkan dengan kawasan wisata Rowo Bayu di kecamatan Songgon, sangat disayangkan oleh banyak warga.

Sebuah foto yang dicantumkan penulis dalam artikel berupa petilasan yang berada di Kabupaten Banyuwangi, terletak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, masuk kawasan wana wisata alam Rowo Bayu. (Foto: ArahJatim.com/ful)

 

Reza, wisatawan dan juga seorang vloger asal Banyuwangi yang merasa penasaran terkait cerita KKN di Desa Penari, juga menyempatkan datang ke wisata Rowo Bayu untuk mengklarifikasi kepada kepala desa maupun juru kunci. Faktanya, cerita KKN di Desa Penari bukanlah terjadi di Desa Bayu.

“Ya saya harap siapapun yang membuat cerita seharusnya tidak mencantumkan foto Rowo Bayu kalau tempat ini lokasi yang ada pada cerita. Kalau begini kan kasihan warga sekitar, otomatis warga resah. Nyatanya Rowo Bayu hanyalah sebuah tempat wisata alam yang masih alami, di sini kita juga bisa banyak belajar tentang sejarah,” pungkas Reza. (ful)

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.