Dari Dusun Bambu Yang Mendunia

by -

Kediri, ArahJatim.com – Media Gathering 2019, PT. Gudang Garam bersama rekan-rekan wartawan. Kediri hari ketiga di Dusun Bambu, untuk menyaksikan langsung pengelolaan ekowisata berbasis pelestarian

Setelah bermain Out Obligasi yang dipimpin oleh teteh dewi dengan permainan sederhana agar bisa meningkatkan komunikasi dan motivasi satu sama lain, tetapi juga membantu memfasilitasi perpaduan dan mendorong produktifitas antara humas PT Gudang Garam bersama rekan media.

Kita disuguhkan pembicara Wawan Dandawan Margadipradja, BA, M.Ed.
salah satu pengurus yayasan Dusun Bambu, menurut Abah Wawan awal adanya lima macam jenis bambu hingga sekarang 55 jenis bambu, yang berkembang baik hanya 30 jenis. Sedangkang jenis bambu yang ada 3500 jenis bambu, dan yg berkembang hanya ada limapuluh persen saja.

Sedang di Jawa Barat ada 80 jenis yang berkembang tumbuh dimasyarakat Sunda. Dusun Bambu telah menyajikan produk unggulanya yaitu beberapa jenis musik yang terbuat dari bambu yang ditanam didaerahnya.

Mulai proses pembuatanya sampai penyajianya, mereka dengan cermat mensingkronkan nada yang dihasilkan oleh karakter bambu yang dikehendakinya. Tutur abah Wawan selaku narasumber yang membidangi alat musik bambu dari dusun Bambu.

Masyarakat dusun Bambu membuat bermacam jenis alat musik dari bambu dan dijual mulai dari harga lima puluh ribu hingga jutaan rupiah. Bahkan mereka mendatangkan jenis bambu khusus dari Birma.

Dari keunggulan segala jenis alat musik yang terbuat dari bambu, Indonesia mampu membawa Angklung sebagai jenis alat musik bambu yang diakui oleh dunia.

Ribuan jenis bambu yang ada didunia ini memiliki karakter yang berbeda beda dan akan terasa jelas saat bambu itu dibuat jenis alat musik, bahkan tanaman bambu yang ditanam diJawa Barat tidak akan sama karakternya bila ditanam diwilayah lain, tegas Abah Wawan yang memiliki hobi bermain musik jenis bambu yang sudah keliling dunia.

Iwhan Tricahyono Kepala Bagian Humas PT Gudang Garam Tbk mengatakan PT Gudang Garam menyiapkan industri kerajinan bambu di sana, sekaligus merawat kelestarian alam. Untuk itu diperlukan peran semua pihak, termasuk media massa dalam memberikan ruang informasi terhadap upaya ini.

“Dengan melihat langsung di Dusun Bambu Bandung, masyarakat kediri mampu menambah dana dan menambah daerah wisata yang berbasis bambu, seperti beberapa wisata bambu yang kita kunjungi di wilayah Jawa Barat selama beberapa hari ini”, ujar Iwhan Tricahyono Kepala Bagian Humas PT Gudang Garam Tbk. (Das)