Covid-19 Bukan Hanya Tanggung Jawab Insan Kesehatan, Semua Pihak Dituntut Turun Tangan

oleh -

Kediri, ArahJatim.com Melihat perkembangan penyebaran covid-19 di Indonesia yang kian mengkhawatirkan menuntut semua pihak turun tangan. Masalah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab bidang kesehatan. Semua pihak perlu berperan serta dalam menyelesaikan masalah ini. Dibutuhkan komitmen bersama untuk menangkal dan menanggulangi ancaman virus mematikan ini.

Hal tersebut ditunjukkan secara simbolis oleh Pemerintah Kabupaten Kediri dengan Forkopimda, rumah sakit se-Kabupaten Kediri dan organisasi profesi melalui penandatanganan Komitmen Bersama Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Acara yang digelar Senin 23 Maret lalu di Ruang Joyoboyo Kantor Pemkab Kediri itu dihadiri oleh Bupati Kediri, Haryanti Sutrisno, Dandim Kediri, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono, Kapolresta AKBP Miko Indrayana, dr. Hermawan Chrisdiono dari RSUD Pare, Kepala OPD terkait, perwakilan organisasi profesi kesehatan dan rumah sakit di Kabupaten Kediri.

Menyadari situasi darurat nasional bencana nonalam akibat Covid-19 yang juga mengancam Kabupaten Kediri, ada tiga poin penting yang tertuang dalam komitmen tersebut, yaitu (1) tetap melakukan pelayanan sebagaimana mestinya dalam masa siaga darurat Covid-19, (2) tidak akan menolak melayani penderita Covid-19 dengan menggunakan Alat Pelidung Diri yang memadai, (3) mengikuti kebijakan yang ditetapkan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kediri.

“Jadi dengan ditandatanganinya komitmen bersama ini, saya kira kita bertanggung jawab dengan komitmen tadi. Ini saatnya kita bersatu, marilah kita khususnya insan kesehatan, menunjukkan dedikasi kita terhadap profesi kita dalam penanggulangan Covid-19. Memang kita mempunyai tugas masing-masing akan tetapi insan kesehatan menjadi yang terdepan,” jelas Bupati.

Seluruh rumah sakit di Kabupaten Kediri harus mempersiapkan diri walaupun bukan rumah sakit rujukan, termasuk menyiapkan ruangan yang dibutuhkan untuk mengisolasi pasien.

“Selain menjalankan profesi kita masing-masing, kita juga harus mengimbau saudara maupun tetangga kita untuk selalu di rumah karena bisa mencegah penyebaran Covid-19,” pesan Bupati.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Bambang Triyono Putro selaku Tim Komunikasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri mengatakan, pergerakan kasus dari hari ke hari terus meningkat. Per tanggal 22 Maret 2020, tercatat 493 Orang Dalam Resiko (ODR) yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Ini menjadi perhatian kita semua. Kita yang ada di Dinkes melalui jaringan Puskesmas sudah melacak, petugas surveilans memantau mereka yang memiliki riwayat dari daerah terjangkit. Kita sudah berkoordinasi dengan camat hingga berharap dukungan sampai tingkat RT, karena merekalah yang mengetahui mobilitas pergerakan warganya. Nanti segera dikomunikasikan ke petugas surveilans yang ada di Puskesmas,” jelas dr. Bambang.

Sebagai informasi, ada 11 rumah sakit yang digandeng untuk penanganan Covid-19, yaitu RSUD Kabupaten Kediri, RSIA Permata Hati, RSIA Kasih Bunda, RS HVA Toeloengredjo, RS Amelia, RS Wilujeng, RS Muhammadiyah Siti Khodijah, RSU Muhammadiyah Surya Melati, RS Arga Husada, RS Aura Syifa dan RSUD SLG. (Kominfo)