Banyuwangi, Arahjatim.com – Kisah KKN di Desa Penari yang sempat viral di dunia maya diduga tidak terjadi di desa Bayu Banyuwangi. Kisah horor yang ditulis oleh akun anonim@simplem81378523 di twitter itu bisa jadi sempat menjadi trending hingga beberapa hari.
Walau ada sebuah foto yang dicantumkan penulis dalam artikel berupa petilasan juga memang benar ada di Kabupaten Banyuwangi, terletak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, masuk kawasan wana wisata alam Rowo Bayu. Namun Sugito, Kepala Desa Bayu, Kecamatan Songgon menyangkal cerita tersebut.
Baca Juga :
- Ada Apa Rowo Bayu, Wana Wisata Yang Mirip Dengan Kisah KKN Di Desa Penari
- Rowo Bayu, Tempat Wisata Yang Dikaitkan Dengan Kisah KKN Di Desa Penari
- Desa Bayu Kecamatan Songgon Tidak Bisa Dilepaskan Dari Sejarah Kota Banyuwangi
”Yang jelas cerita viral di medsos itu tidak pernah ada terjadi di kawasan Rowo Bayu di Desa Bayu ini. Enggak pernah ada juga mahasiswa dari Surabaya yang KKN di desa Bayu. Paling jauh dari Unej Jember. Kita khawatir dengan banyaknya masyarakat yang mengaitkan rowo bayu dengan kisah horor KKN di Desa Penari, khawatir akan mengaburkan sejarah dari petilasan Prabu Tawang Alun ini sendiri,” sergah Sugito, Kepala Desa Bayu, Kecamatan Songgon.
Netizen banyak yang mengkait-kaitkan bahwa Rowo Bayu adalah bagian dari cerita horor.
Meski penulis cerita telah mengklarifikasi pada akun youtube Raditya Dika bahwa foto petilasan di Rowo Bayu dalam artikel hanyalah ilustrasi. Namun netizen terlanjur percaya tempat tersebut adalah tempat sesungguhnya dalam kisah KKN di Desa Penari.

Desa Bayu di Kecamatan Songgon tidak bisa dilepaskan dari sejarah kota Banyuwangi. Hari jadi Banyuwangi yang selalu diperingatai pada tanggal 18 Desember juga terinspirasi dari perang besar yang pernah terjadi antara warga Blambangan melawan penjajah di Desa Bayu.
Perang tersebut dikenal dengan ‘Puputan Bayu”, terjadi pada tanggal 18 Desember 1771 silam. Ada puluhan ribu rakyat Blambangan tewas akibat perang besar-besaran melawan penjajah. Adanya kisah KKN di Desa Penari yang dikaitkan dengan kawasan wisata Rowo Bayu di kecamatan Songgon, sangat disayangkan oleh banyak warga. (ful)












