Cegah Penyelewengan Dana ATS, Kejari Banyuwangi Dampingi Guru PAUD

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Mengantisipasi terjadinya dugaan pengkondisian terkait penggunaan anggaran Biaya Operasional Penyelenggara (BOP) untuk pengadaan proyek Alat Tulis Sekolah (ATS) pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kejaksaan Negeri Banyuwangi melakukan pendampingan kepada para guru PAUD. Pendampingan dilakukan menindaklanjuti hasil rapat dengar pendapat antara Lembaga Adiyaksa dengan para pengurus Himpunan PAUD se-Banyuwangi di Aula Sekolah Tunas Zaitun kawasan Perumahan Mendut Regency, Rabu (6/3/2019).

Dalam rapat sekaligus memberikan penyuluhan tentang hukum diduga terjadi pengkondisian terkait pengadaan peralatan di PAUD pada tahun anggaran 2017 dan 2018 seperti, pengadaan Alat Tulis Sekolah (ATS) dan Alat Permainan Eduksi (APE) serta susu terkesan dipaksakan. Parahnya, harga yang ditetapkan oleh penyedia jasa, jauh lebih mahal dari harga di pasaran dan kualitasnya juga sangat buruk.

Baca Juga :

Melihat kondisi tersebut jajaran Kejaksaan Negeri Banyuwangi yang dipimpin Kasi Intel, Bagus Adi Saputra ingin membuat transparansi penggunaan dana BOP pada sekolah PAUD. Sebab selama ini ada indikasi dugaan pengkondisian proyek ditunggangi kepentingan tertentu.

Diharapkan dengan transparansi anggaran, citra pendidikan di Banyuwangi menjadi lebih baik, dan para guru tidak terbebani. Selain itu agar tidak ada intervensi dari oknum yang tidak bertanggung jawab,  Kejaksaan juga akan membuat inovasi untuk transparansi anggaran, lewat festival anggaran BOP.

“Kami akan buatkan inovasi untuk transparansi anggaran, lewat festival anggaran BOP” ungkap Jaksa kelahiran Banyuwangi ini.

Bagus berharap, tahun 2019 penggunaan anggaran BOP di Banyuwangi bisa berubah, tidak seperti tahun sebelumnya ada indikasi penggelembungan pengadaan barang yang nilainya cukup fantastis. ATS harganya hanya sekitar 15 ribu, dijual  115 ribu.

“Ada sekitar 3.000 siswa PAUD. Satu pengadaan alat peraga, nilainya bisa, 700 juta hingga, 1 miliar. Ini harus benar-benar terbuka,” pungkas Bagus lagi.

 

Sementara itu, Ketua Himpunan PAUD Banyuwangi, Dona Fita mengaku sangat senang dan bersyukur didampingi pihak Kejaksaan. Karena selama ini dirinya bersama guru lain merasa dibayang-bayangi rasa ketakutan, sering kali mendapat tekanan dari oknum tertentu. Dari total PAUD di Banyuwangi sekitar 313 yang mendapat BOP dari APBN hanya 5-10 PAUD.

“Kami sangat senang didampingi Kejaksaan dalam penggunaan anggaran BOP,” ujar, Dona Fita.

Kejaksaan juga akan terus mendampingi para guru PAUD dalam pengadaan peralatan di sekolah dan akan membentuk satuan tugas guna menerapkan penggunaan dana (BOP) secara transparan dengan sistem lelang terbuka. Setelah PAUD, pihak kejaksaan juga akan melakukan pendampingan ke sekolah lain seperti TK, SD dan SMP sekaligus membuka layanan pengaduan. (ful)