BEC Digeber, Berkah Bagi PKL dan Pelaku Wisata

oleh
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48415792296_d5cb72041c_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar 27 Juli, menyedot ribuan penonton. Kedatangan mereka pun menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha dan bahkan pedagang kaki lima (PKL).

Salah satunya adalah Osing Deles yang mengaku omsetnya meningkat tajam saat perhelatan BEC. Selama tiga hari terakhir, pusat oleh-oleh yang menampung produk-produk UMKM Banyuwangi ini menangguk keuntungan tak kurang Rp 450 juta.

“Alhamdullillah penjualan kami sangat meningkat, para wisatawan memadati toko. Tahun ini meningkat 50 persen dibanding tahun kemarin,” ujar dr. Zunita, pemilik Osing Deles.

pasang iklan_rev3

 

Pengusaha hotel juga kecipratan imbas positif BEC. Salah satunya diungkapkan Marketing Communication (Marcom) Hotel Illira Banyuwangi, Niken Fajar Andini. Pada momen BEC tahun ini, tingkat keterisian kamar hotel Illira Banyuwangi mencapai seratus persen.

“Jumlah kamar hotel kami 137. Semuanya terisi,” ujar Niken. Begitu halnya dengan hotel El Royale yang okupansinya juga tinggi.

Baca Juga :

Hal yang sama juga dirasakan pelaku sektor mikro. Lapak-lapak PKL berderet di jalan protokol di pusat kota Banyuwangi kemarin (27/7), khususnya jalan di sepanjang rute BEC 2019. Mereka sengaja “menjemput rejeki” dengan berjualan di area yang dilalui parade BEC.

Mereka sama-sama mengaku perhelatan BEC berdampak positif kepada mereka. Seperti dikatakan Yanto, penjual Pempek yang sehari-hari mangkal di kawasan Pelabuhan Ketapang, ini memilih berjualan di rute yang dilalui para talent BEC kemarin.

“Alhamdullillah laku semua, lumayan dapat Rp 400 ribu. Biasanya, seharian belum tentu segitu, tapi ini tidak sampai empat jam habis semua. Alhamdulillah,” ujar Yanto.

Hal senada dilontarkan Ilham, penjual pentol cilok. Dia sengaja berjualan di Jl. Sritanjung yang biasanya dipadati penonton.

“Laris sekali. Kegiatan BEC ini membawa berkah rezeki bagi pedagang kecil seperti kami,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, kemarin merupakan pestanya para PKL dan pelaku usaha wisata di Banyuwangi.

“Multiplier effect inilah yang kami harapkan dari atraksi yang kami gelar sepanjang tahun. PKL, pengusaha oleh-oleh, tour travel, pengelola hunian semua terimbas dengan datangnya wisatawan ke Banyuwangi. Inilah yang kami maksud dengan konsolidasi ekonomi dari digelarnya agenda wisata Banyuwangi Festival,” jelas Anas.

Masih menurut Anas, berbagai event yang dikemas dalam rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) menjadi pengungkit perekonomian Banyuwangi. Tingkat kunjungan wisatawan nusantara naik dari 491 ribu orang pada 2010 menjadi 5,3 juta orang di tahun 2018. Pun demikian dengan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang melonjak dari tahun 2010 yang 5 ribu orang menjadi 127 ribu orang pada tahun 2018.

Pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi ikut terdongkrak. Tepatnya naik dari 20 juta per orang di tahun 2010  menjadi 48,5 juta di tahun 2018. (adv.hmsbwi/ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.