Banyak Usaha Kuliner Tutup di Banyuwangi, Kelangsungan Hidup Para Pegawai Terancam

oleh -
Suasana Resto & Cafe Etnik Ijenisun Di Jalan Lijen, Kelurahan Banjarsari, Banyuwangi. (Foto Arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Covid-19 terus memakan korban, tak hanya manusia yang digerogoti virus mematikan tersebut, dunia usaha pun turut menjadi korban. Setelah dunia usaha perhotelan dan pariwisata, kini dampak penyebaran virus ini juga menerpa dunia usaha kuliner.

Sejak merebaknya virus corona awal bulan Maret lalu, membuat para pengusaha menghentikan usahanya untuk sementara waktu. Sejumlah rumah makan, restoran, café dan bahkan warung kecil yang tersebar hingga pelosok desa di Kabupaten Banyuwangi terpaksa dihentikan operasionalnya.

Kebijakan penutupan  terpaksa diberlakukan oleh pemerintah setempat lantaran tempat-tempat tersebut menjadi salah satu tempat berkumpulnya banyak orang, sehingga rentan jadi sarana penyebaran virus.

Café & Resto Ijenisun di Jalan raya Lijen Kelurahan, Banjarsari, Banyuwangi ini misalnya, café etnik  yang menyediakan menu makanan tradisional khas Using Banyuwangi yang biasanya selalu ramai pengunjung, sejak pertengahan bulan Maret lalu terpaksa tutup beroperasi. Penghentian operasi ini sebagai bentuk kepatuhan pada imbauan pemerintah setempat terkait bahayanya penyebaran Covid-19.

Selain itu, kalaupun dipaksakan tetap buka, pengunjung yang datang juga sepi, seiring berkurangnya masyarakat yang keluar rumah akibat imbauan Social and Physical Distancing yang dikeluarkan pemerintah.

Tidak ingin menanggung kerugian yang lebih besar akibat berkurangnya pengunjung, pihak manajemen terpaksa menutup sementara operasional cafe dan merumahkan puluhan pegawainya hingga waktu yang tidak ditentukan.

“Ya mulai pertengahan bulan Maret lalu cafe tutup. Untuk sementara pegawai kami istirahatkan sampai nunggu wabah virus corona ini benar-benar hilang, baru kembali buka. Kalau dipaksakan café buka, pengunjungnya juga sepi, malah nanggung rugi besar,” ujar Hary Dasit, Manager Resto & Café Etnik Ijenisun, Sabtu (4/4/2020) malam.

Hary Dasit, Manager Resto & Cafe Etnik Ijenisun. (Foto: Arahjatim.com/ful)

Pria yang juga pensiunan PT Telkom Akses ini menambahkan, pihak manajemen café juga membatalkan sejumlah pesanan (booking) tempat untuk rapat dan acara lainnya yang sudah terjadwal hingga bulan bulan April ini. Bahkan agenda pesta pernikahan yang sedianya akan dilangsungkan di area Resto & Café Etnik Ijenisun yang luasnya hampir satu hektar, pada pertengahan bulan April ini juga dibatalkan.

“Sebetulnya sejak pertengahan Maret lalu banyak yang booking untuk acara rapat dan reunian, tapi bagaimana lagi kondisinya seperti ini, ya terpaksa dibatalkan. Bahkan kami sudah mengagendakan booking untuk acara pesta pernikahan, ya terpaksa dibatalkan juga,” tambah Hary.

Langkah tersebut terpaksa diambil oleh manajemen dalam rangka mengikuti imbauan pemerintah guna memutus rantai penyebaran virus corona yang semakin meluas. Pihak manajemen berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir agar dunia usaha di sektor kuliner kembali bangkit dan pegawai yang sempat menganggur bisa kembali bekerja seperti biasa.

“Mudah-mudahan wabah virus corona ini cepat berlalu agar usaha kuliner kembali jalan dan para pegawai kembali masuk kerja. Kasihan para pegawai, apalagi mau lebaran, mereka jadi nganggur,” pungkasnya. (ful)