Ayah Tiri Enak-enak Bersama Anaknya Hingga Hamil

oleh -

Surabaya, Arahjatim.com – Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Surabaya. Kasus kali ini menimpa Melati (Nama samara), remaja asal Sawahan Surabaya yang masih menginjak umur 17 tahun.

Edi Wartoyo berulang kali menggauli anak tirinya selama kurang lebih 2 tahun sejak tahun 2018, dari perbuatan Edi kepada anak tirinya tersebut mengakibatkan Melati Hamil hingga melahirkan.

Sejak 2011, Edi menikahi ibu Melati dan tinggal serumah dengan Melati. Edi melancarkan serangannya kepada Melati saat kondisi rumah sepi, Edi mulai merayu korban pertama kali saat masih duduk di bangku kelas IX SMP dengan iming-iming handphone baru serta paket internet.

Karena merasa tergiur dengan iming-iming yang ditawari, akhirnya buka mau untuk melayani ayah tirinya tersebut untuk berbuat hal tak senonoh.

“Pakai rayuan juga seolah-olah mereka ini dua sejoli. Iming-iming handphone baru dan paket internet,” kata PS Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak , Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Harun, Rabu (15/4/2020).

Setelah aksi pertamanya, Edi kembali meminta Melati untuk melayani nafsu bejatnya sebanyak 2 sampai 3 kali dalam seminggu layaknya suami istri.

“Kepada korban, tersangka ini merayu dengan kata-kata manis dan berjanji mau menuruti apapun yang diminta korban,” imbuhnya.

Hingga pada saat si korban hamil, tersangka meminta korban untuk tetap mengandung anak dari hasil hubungan gelapnya.

“Saat kondisi hamil, untuk mengetahui ibu korban (istri tersangka), korban tetap meminta pembalut agar dikira tetap haid. Saat dalam kondisi hamilpun keduanya tetap melakukan hubungan badan seperti biasanya hingga si korban melahirkan,” lanjut Harun.

Ibu korban yang tak mengetahui hubungan gelap keduanya menaruh percaya bahwa korban hamil di luar nikah dengan laki-laki lain.

Namun setelah melahirkan, korban akhirnya bercerita jujur kepada sang ibu dan berujung pada pelaporan polisi.

Kepada polisi, Edi mengaku tergiur dan nafsu ketika melihat Melati. Edi juga menggunakan rayuan guna melampiaskan hasratnya kepada korban.

Kini, Edi harus mendekam di tahanan Mapolrestabes Surabaya akibat perbuatan tak senonohnya tersebut.

(fik)