Atasi Kesulitan Belajar Online Mas Dhito Bakal Dirikan Radio Pendidikan

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020, Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito dan Dewi Mariya Ulfa atau Mbak Dewi akan mendirikan radio pendidikan untuk mengatasi problematika aktifitas belajar mengajar secara online seperti yang diberlakukan dimasa pandemi covid-19.

Hal itu diucapkan Mas Dhito yang didampingi Mbak Dewi ketika memberikan keterangan kepada para media usai debat Publik 3, yang Diadakan oleh KPU Kabupaten Kediri bertempat di Hotel Insumo Palace Kota Kediri pada Selasa (1/12) malam.

Program itu dapat  dilakukan apabila Mas Dhito dan Mbak Dewi mendapatkan amanat masyarakat Kabupaten Kediri pada Pemilihan Bupati (Pilbup) dan Wakil Bupati Kediri yang digelar Rabu tanggal 9 Desember mendatang.

“Di masa Pandemi  seperti sekarang ini, yang belum boleh bertatap muka, di dunia Pendidikan , yang semua menggunakan secara daring  atau online, apalagi di Kabupaten Kediri dipelosok yang kesulitan sinyal,” ungkap Putra sulung Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.

Mas Dhito mengatakan, tidak bisa dipungkiri masih ada sebagian wilayah di Kabupaten Kediri yang kesulitan sinyal, kadang di daerah-daerah tertentu aja yang masih perkotaan ada yang sulit sinyal.

“Kita sempat berunding, bagaimana caranya untuk bisa tetap memberikan pendidikan tapi tidak perlu menggunakan sinyal maka salah satu opsinya pertama adalah dengan guru kurir atau guru yang mendatangi siswanya,” terangnya.

Lebih lanjut Mas Dhito menjelaskan nanti guru akan kita minta hadir untuk ke balai-balai desa dan memberikan modul serta pengajaran kepada siswa-siswa.

“Tapi ini kan tidak bisa mencakup keseluruhan, maka akhirnya yang kita putuskan adalah kita akan membuat radio pendidikan yang nantinya juga akan bekerjasama dengan balai monitoring yang ada di Surabaya,” katanya.

Mas Dhito menambahkan, taknisnya ada jam tertentu yang telah disepakati dengan para siswa tentunya dan pemerintah desa untuk memberikan pengajaran kepada siswa-siswa tersebut.

“Jadi ada jam yang disepakati, pada jam tertentu tersebut lah kita akan memberikan materi-materi pengajaran kepada siswa-siswa yang tidak bisa melakukan pendidikan secara online,” ujar bapak satu anak. (das)