Terjebak Banjir Lahar Semeru, Evakuasi Terpaksa Gunakan Alat Berat

oleh -
oleh

Lumajang, ArahJatim.com – Sebuah truk pasir milik Herman (32), warga Kedungjajang, Lumajang terjebak banjir lahar dingin Gunung Semeru di aliran Sungai Leprak, Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Akibatnya roda belakang truk menggantung, sementara ban depan tertimbun material vulkanik berupa pasir dan batu yang terbawa arus banjir lahar, Minggu sore (3/1/2021)

“Kalau diupayakan manual gak akan bisa ini mas, makanya sopirnya menyewa alat berat untuk mengeluarkan truk dari aliran sungai,” ungkap Wagiman salah satu penambang yang membantu proses evakuasi.

Menurut warga, banjir lahar dingin ini datang dengan tiba-tiba, padahal waktu itu kondisi sungai sedang kering lantaran tidak terjadi hujan. Diduga banjir lahar ini terjadi akibat daerah puncak Gunung Semeru diguyur hujan deras, sehingga Daerah Aliran Sungai Besuk Kobokan dipenuhi banjir lahar hingga ke hilir sungai.

pasang iklan_rev3

“Di sini tidak ada hujan mas, tapi banjir ini tiba-tiba saja datang dengan cepat, untung sopirnya selamat,” tambahnya.

Data dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pantau Gunung Api Semeru, di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, hasil pengamatan 24 jam terakhir pada hari Minggu tanggal 3 Januari 2021 terekam empat kali letusan dengan amplitudo hingga 16 milimeter, satu kali guguran dengan amplitudo 2 milimeter, satu kali hembusan dengan amplitudo 4 milimeter, 13 kali tremor harmonik dengan amplitudo 9 milimeter dan satu kali getaran banjir dengan amplitudo maksimal 20 milimeter selama 3.000 detik.

Namun, meski begitu, status gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu masih bertahan di Waspada level II. (rokhmad)

No More Posts Available.

No more pages to load.