Lumajang, ArahJatim.com – Tekanan suhu dingin yang mencapai nol drajat celsius membuat ribuan ikan air tawar di danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu Kecamatan Klakah Lumajang mabuk, Kamis (18/7/2019).
Banyaknya ikan yang mengambang di atas air ini menyebabkan ratusan warga dari berbagai daerah di Lumajang berdatangan untuk berburu.
“Mumpung lagi mabuk mas, nangkapnya kan mudah,” ungkap Tohir, salah seorang warga saat ditanya ArahJatim.com.
Ikan mabuk ini merupakan fenomena tahunan yang terjadi di danau di lereng Gunung Lemongan, warga sekitar menyebut fenomena ini adalah fenomena “koyo” yang berarti ikan mabuk.
Baca juga :
- Atlet Lumajang Persembahkan 34 Medali Dalam Ajang Porprov 2019.
- Seekor Ikan Paus Terdampar Di Tepi Pantai Selatan Lumajang.
- Pembudidaya Ikan di Danau Ranu Klakah Merugi.
“Ini fenomena alam tahunan mas, kalau sudah musim koyo ya semua ikan air tawar di danau ini mabuk,” terang Sunarwi, petani keramba ikan saat dikonfirmasi ArahJatim.com.
Ia juga menjelaskan bahwa fenomena ini baru terjadi, sehingga belum ada dampak signifikan bagi para petani ikan air tawar di danau ini.

“Ini belum parah mas, tapi untuk mengantisipasinya sebagian yang mabuk kita pindahkan dulu sebelum mati,” tambahnya.
Sementara itu, pengamat Gunung Api Lemongan, Susanto saat dikonfirmasi menegaskan bahwa fenomena koyo ini bukan dampak dari aktivitas Gunung Lemongan.
“Itu fenomena tahunan mas, bukan dampak dari aktivitas Lemongan, soalnya hingga saat ini aktivitas Gunung Lemongan tetap normal,” jawab Susanto.
Belum diketahui sampai kapan fenomena alam ini akan terjadi, jika tak segera kembali normal, ribuan ikan milik warga yang dibudidayakan di keramba terancam ikut mati. (Rokhmad)










