Saat Petani Alami Kesulitan LPPNU Perlu Hadir Membantu

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48217913221_859c5811b4_b.jpg
Dari kiri ke kanan, Gufron Achmad Yani (Ketua PW-LPPNU Jawa Timur), Gus Alam Shohib (Wakil Ketua PWNU Jawa Timur), dan KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur). (Foto: arahjatim.com/hansen)

Surabaya, ArahJatim.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar meminta Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) selalu hadir saat para petani mengalami kesulitan.

“Ini penting sekali, karena mayoritas warga NU di Jawa Timur ini petani. Saat LPPNU mengadvokasi petani, otomatis juga membela warga NU,” kata KH Marzuki Mustamar, saat Ta’aruf (Perkenalan) dengan Pengurus LPPNU Jatim di Kantor PWNU Jatim (Sabtu, 6/7/2019).

Kyai Marzuki berharap banyak terhadap kiprah LPPNU, agar benar-benar membela dan memperjuangkan nasib petani. Mengingat selama ini, petani masih sering dikalahkan. Baik dalam memasarkan hasil pertaniannya, juga kebijakan pemerintah sendiri yang sering berpihak kepada pengusaha besar.

pasang iklan_rev3

“Contoh kasus pada saat ayam peternak kemarin harganya anjlok, itu seharusnya LPNU paling depan melakukan advokasi kepada peternak. Serta mengkomunikasikan dengan pemerintah, serta segera mencari solusinya. Mengingat harga dari peternak berkisar Rp 6.000 kilogram, namun di pasaran harga ayam potong masih cukup tinggi, yaitu Rp. 28 ribu perkilogram,” kata Kyai Marzuki.

Baca juga:

Sebelummnya dalam paparannya, Ketua LPPNU Jawa Timur, Gufron Achmad Yani memaparkan potensi NU yang akan dikembangkan dengan teknologi pertanian, peternakan dan perikanan. Muara dari semua itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, karena akibat minimnya penguasaan teknologi juga menjadikan petani dan hasilnya tidak bisa bersaing dengan petani luar negeri.

“LPPNU memiliki tim yang mempunyai teknologi penggemukan sapi, dengan pakan herbal. Juga pertenak ayam potong, dengan teknologi terbaru bisa menghemat tempat dan hasilnya cukup menggiurkan. Selain itu ada petambak udang di Pringi, Trenggalek, menemukan teknologi tertentu dan hasil panennya melimpah. Semua teknologi tersebut siap dihibahkan untuk kemaslahatan warga NU,” kata Yani meyakinkan.

Namun Kyai Marzuki kembali menegaskan, agar LPPNU mempunyai database yang akurat serta memetakan yang benar terhadap potensi yang dimiliki. Jangan sampai hasil pertanian, peternakan dan perikanan tidak laku dijual, gara-gara over produksi.

“Kalau data pasar yang dimiliki sudah bagus, LPPNU bisa menginformasikan bagaimana langkah yang harus diambil petani, peternak dan petambak. LPPNU juga harus proaktif mencarikan peluang pasar hasil pertanian, peternakan dan perikanan,” kata Kyai Marzuki yang didampingi Gus Salam Shohib, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

Pada akhir pengarahannya, Kyai Marzuki dan Gus Salam berharap banyak, agar LPPNU mendorong para pertani mempunyai daya tawar yang tinggi, baik di pasar lokal maupun internasional.

“LPPNU harus merintis hasil-hasil pertanian, peternakan dan perikanan warga NU berpeluang ekspor. Bahkan dalam setiap kebijakan pemerintah, LPPNU harus terus mengawal agar tidak merugikan petani,” pungkasnya. (Hansen)

No More Posts Available.

No more pages to load.