Ancaman Karhutla di Gunung Wilis: Tim Gabungan Sisir Titik Api hingga Imbauan Tegas Mas Bup

oleh
oleh

Kediri, ArahJatim.com — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Wilis mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), personil gabungan diterjunkan langsung ke lapangan guna memantau serta memutus potensi perambatan titik api yang membahayakan ekosistem pegunungan.

​Langkah cepat ini dilakukan menyusul kondisi cuaca terik musim kemarau yang dinilai sangat rawan memicu lonjakan kasus kebakaran.

Sinergi Tim Gabungan dan Teknologi Pantauan Udara

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Ariyanto, menjelaskan bahwa seluruh langkah kesiapsiagaan ini berpatokan langsung pada arahan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.

pasang iklan_rev3

​”Berdasarkan arahan Mas Bup, kita terus memantau dampak Karhutla Kawasan Gunung Wilis ini,” ujar Ariyanto, Senin (7/9).

​Di lapangan, personil BPBD tidak bergerak sendiri. Mereka bahu-membahu bersama tim dari Perhutani, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Mengingat medan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau dengan jalur darat, petugas sempat mengandalkan unit drone untuk melacak persebaran titik api dari udara.

​Kebakaran di kawasan ini awalnya terdeteksi dari titik api di RPH Bajulan, Kabupaten Nganjuk, sebelum akhirnya merembet ke wilayah Kabupaten Kediri — tepatnya di Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Parang dan RPH Kanyoran.

​Beruntung, berdasarkan laporan terkini petugas di lapangan pada 7 September, seluruh titik api di wilayah tersebut sudah padam setelah diguyur hujan selama dua hari berturut-turut di kawasan puncak Wilis.

Masyarakat Diimbau Jangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar

​Meski titik api utama sudah padam, kewaspadaan dinilai tak boleh berkurang sedikit pun. Ariyanto meminta masyarakat sekitar kawasan lereng untuk segera melapor jika melihat potensi bahaya sekecil apa pun.

​Warga dapat melapor ke perangkat desa setempat, petugas pemadam kebakaran, atau langsung ke BPBD Kabupaten Kediri agar tindakan pencegahan bisa secepatnya dilakukan.

​”Kepada masyarakat kita juga mengimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan di hutan, atau meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan. Pencegahan menjadi kunci utama,” tegasnya.

​Menangani kebakaran di area perbukitan dan pegunungan membutuhkan energi ekstra karena kendala akses geografis. Oleh karena itu, kesadaran bersama menjadi benteng pertahanan terbaik.

300 Kasus Kebakaran Terjadi Sepanjang 2026

​Senada dengan BPBD, Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, turut menyoroti tingginya angka kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Kediri sepanjang tahun ini.

​Data Satpol PP mencatat, sejak awal tahun hingga September 2026 saja, sudah ada 300 kejadian kebakaran yang terdata di berbagai titik. Lonjakan kasus paling signifikan tercatat terjadi pada rentang bulan Juli hingga September.

​Berikut adalah rincian lokasi yang paling sering terdampak kebakaran:

  • Rumpun bambu: 71 kejadian
  • Lahan tebu: 63 kejadian
  • Bangunan rumah: 47 kejadian

​Mengingat vegetasi kering seperti lahan tebu dan bambu sangat mudah tersulut api saat ditiup angin kencang, pihak Satpol PP meminta warga lebih bijak saat beraktivitas di luar rumah.

​”Pencegahan memang menjadi kunci utama, kita juga selalu mengingatkan masyarakat jangan membakar sampah sembarangan, terutama saat musim panas dan berangin,” pesan Kaleb. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.