Kediri, ArahJatim.com– Menyongsong lonjakan pemudik pada momen Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah tegas demi menjamin keselamatan penumpang. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri, bersama tim gabungan, menggelar ‘ramp check’ atau pemeriksaan mendadak angkutan umum secara intensif di Terminal Tipe A Tamanan, Senin (8/12).
Upaya kolaboratif yang melibatkan UPT P3 Jatim, BNN Kediri, Satlantas Polres Kediri Kota, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, hingga Subdenpom ini bertujuan memastikan setiap armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) benar-benar ‘prima’ sebelum mengangkut penumpang.
Dari Rem Blong hingga Buku Uji Mati
Kepala Dishub Kota Kediri, Arief Cholisudin, menjelaskan bahwa pemeriksaan difokuskan pada dua aspek krusial: fisik kendaraan dan kesehatan kru.
”Ini adalah ikhtiar kami untuk memastikan angkutan orang siap beroperasi, dan yang paling penting adalah meningkatkan keselamatan agar pengendara maupun penumpang selamat sampai tujuan untuk bersuka cita bersama keluarga,” tegas Arief Cholisudin.
Secara teknis, tim gabungan memeriksa mulai dari rem, lampu, wiper, ban, perangkat keselamatan, hingga kelengkapan administrasi perizinan.
Hasilnya? Dari tiga belas bus yang diperiksa, satu armada langsung ditilang karena ditemukan buku uji kendaraan (KIR) yang sudah mati alias kedaluwarsa.
Pesan Tegas Satlantas:
Iptu Murnianto, KBO Satlantas Polres Kediri Kota, menekankan kepada Tim Gabungan agar pemeriksaan dilakukan secara sungguh-sungguh. “Jangan sampai kendaraan yang tidak lolos bisa beroperasi. Temuan di lapangan harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya, berharap pengemudi bus mematuhi aturan lalu lintas.
Tensi Tinggi Dominasi Pemeriksaan Kesehatan
Tak hanya soal mesin, faktor manusia juga menjadi fokus utama. Sebanyak 21 supir dan kru angkutan umum menjalani pemeriksaan kesehatan komprehensif, meliputi tekanan darah, asam urat, kolesterol, gula darah, hingga tes Napza oleh BNN.
Angka mengejutkan dari hasil tes kesehatan:
- 11 orang terdeteksi mengalami tensi tinggi.
- 3 orang memiliki kolesterol tinggi.
- 3 orang menunjukkan gula darah tinggi.
- 1 orang memiliki keluhan mata minus.
Kabar baiknya, semua supir dan kru yang diperiksa dinyatakan negatif menggunakan Napza.
Cholisudin berharap, dengan adanya kegiatan ini, para pemilik armada menjadikan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama dan segera mempersiapkan angkutan dalam kondisi yang benar-benar prima.










