LDII Cetak Generasi Unggul: Kerjasama Ponpes Wali Barokah dengan FKG Universitas Brawijaya-IIK Kediri untuk Senyum Sehat Santri

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com — Komitmen Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri dalam mencetak generasi profesional religius diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh aspek kesehatan dasar.

Kesehatan fisik menjadi pilar penting yang disorot oleh organisasi ini, sejalan dengan pembinaan karakter dan keilmuan.​

Dukungan penuh ini datang langsung dari Ketua Pemuda LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno. Ia menegaskan bahwa langkah Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah menggelar pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut massal bagi santri adalah implementasi nyata dari visi organisasi.​

pasang iklan_rev3

“LDII selalu berkomitmen membentuk generasi yang profesional religius, dan kesehatan menjadi bagian penting dari pembinaan itu. Kami mengapresiasi sinergi Ponpes Wali Barokah dengan perguruan tinggi yang memberikan dampak langsung bagi para santri,” kata Asyhari.​

Ia menambahkan, santri tidak hanya harus kuat dalam ilmu agama, tetapi juga harus sehat secara fisik.​”Dengan tubuh yang sehat, mereka bisa lebih produktif, berakhlak, dan siap menjadi penerus bangsa yang berdaya saing,” tambahnya.​

Kolaborasi Tiga Pilar: LDII dan FKG UB-IIK Wujudkan Senyum Sehat​

Kegiatan pemeriksaan dan sosialisasi ini merupakan hasil sinergi apik antara Ponpes Wali Barokah LDII dengan dua perguruan tinggi ternama: Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Brawijaya Malang dan FKG Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri.​

Antusiasme ratusan santri—mulai dari usia sekolah dasar hingga jenjang SMA—memenuhi Gedung Budi Luhur dan Gedung DMC pada Sabtu (8/11/2025).​

Ketua Ponpes Wali Barokah, Drs. H. Sunarto, M.Si, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi ini, yang disebutnya sejalan dengan visi LDII.​”Apalah artinya cita-cita setinggi langit kalau tidak ditopang kesehatan yang memadai.

Kami ingin santri sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini agar bisa maksimal di masa depan,” ujar Sunarto.​

Respon Cepat Terhadap Literasi Kesehatan Nasional​Perwakilan Universitas Brawijaya, Dr. drg. Merlya B, M.Mrs, menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus merespons rendahnya tingkat literasi kesehatan gigi nasional. Data 2023 menunjukkan hanya sekitar satu persen remaja bermasalah gigi berlubang yang rutin berobat.​

“Banyak anak menganggap gigi berlubang itu sepele, padahal infeksinya bisa berbahaya. Karena itu kami hadir untuk memberikan literasi dan pemeriksaan dasar agar masalah bisa ditangani sejak dini,” jelas Dr. drg. Merlya.​

Sementara itu, Dekan FKG IIK Bhakti Wiyata Kediri, Dr. Puspa D. Rohmaniar, M.Kes, menegaskan bahwa kesehatan gigi dan mulut berpengaruh langsung terhadap konsentrasi belajar santri.​

Kegiatan edukatif dan sosial ini menjadi bukti nyata bahwa LDII Kota Kediri serius dalam mencetak Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter, dimulai dari senyum yang sehat dan prima.

No More Posts Available.

No more pages to load.