1.230.011 Warga Kabupaten Kediri Terdaftar DPS

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Menjelang penetapan DPT akhir, KPU Kabupaten Kediri mengupdate data terbaru rekapitulasi tingkat kecamatan, sedikitnya ada 1.230.011 warga yang terdaftar dari DPS pada Rabu (14/10/2020).

Hal tersebut disampaikan oleh Eka Wisnu, komisioner KPU Kabupaten Kediri saat menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder terkait data pemilih dalam Pilkada 2020.

Menurut Eka Wisnu pihaknya semakin intensif menggelar koordinasi menjelang penetapan DPT pada Jumat (16/10/2020).

“Hari ini KPU bersama Bawaslu, Linmas, Dispendukcapil, dan Bakesbangpol melakukan penyamaan persepsi hasil pleno tingkat PPS dan PPK,” ucap Wisnu saat ditemui di Hotel Front One Rabu (14/10/2020).

Menurut Wisnu, pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukanDispendukcapil dalam melakukan percepatan perekaman E-KTP.

“Pihak Dispendukcapil sudah komitmen membantu kami dalam melakukan percepatan perekaman E-KTP. Bawaslu juga menyerahkan sejumlah saran perbaikan yang sangat berguna bagi kami dalam menghasilkan data pemilih yang berkualitas,” imbuhnya.

Menurut Wisnu,terdapat sejumlah permasalahan terkait perubahan data dan sinkronisasi dari tingkat bawah hingga KPU Kabupaten Kediri.

“Pertama data selalu berubah setiap hari, contohnya semisal tercatat ada orang yang meninggal namun datanya sudah masuk di kami. Kemudian ada pemilih yang terdaftar di kecamatan A dan B. Oleh sebab itu perlu kita tindaklanjuti dan kita tetapkan bahwa pemilih ini sudah masuk di salah satu kecamatan tersebut,” terangnya.

Selain itu Eka Wisnu memastikan bahwa sudah tidak ada pemilih yang di bawah umur masuk dalam DPS.

“Hari ini saya pastikan padaPilkada tanggal 9 Desember nanti tidak ada pemilih dibawah umur, kecuali mereka yang sudah menikah meski masih belum 17 tahun, sesuai dengan PKPU atau aturan yang berlaku,” jelasnya.

Kemudian untuk update hasil rekapitulasi tingkat kecamatan total ada 1.230.011 orang.

“Data ini belum kami analisa dengan saran perbaikan dari Bawaslu, kemungkinan akan berkurang sekitar 2000. Artinya data kami semakin berkualitas demi wujudkan Pilkada yang baik,” tutupnya.(Kominfo)