Lumajang, ArahJatim.com – Sebuah truk yang penuh bermuatan batu terseret banjir lahar dingin Gunung Semeru di Sungai Rejali, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Kamis (29/10/2020) pagi.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Korban yang merupakan pasangan suami istri, Ahmad Fauzi (43) dan Wiwik Pujiastutik (40) warga Leces, Probolinggo berhasil dievakuasi sebelum truk mereka terseret banjir.
Kejadian itu bermula saat Ahmad Fauzi bersama istrinya hendak memuat batu dari lokasi tambang pada Rabu petang kemarin. Saat akan keluar dari lokasi tambang tiba-tiba air banjir datang dan truk korban pun terjebak di tengah aliran sungai.
“Sopirnya ini maksa melintas jalan alternatif ini mas, padahal air di sana mulai membesar. Pas sampai tengah (sungai), truk terganjal batu hingga akhirnya gak bisa keluar,” ungkap Mistar, salah satu warga yang membantu evakuasi korban.
Karena aliran air semakin membesar membuat kedua korban panik. Aparat TNI-Polri bersama warga pun turun tangan mengevakuasi pasangan suami istri ini menggunakan alat berat.
Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah karena badan truk ringsek akibat terseret banjir hingga 10 meter.
“Korbannya selamat, hanya truknya yang sempat terseret mas,” tambahnya.
Banjir lahar dingin dari Gunung Semeru ini kerap kali terjadi, lantaran di puncak gunung masih diselimuti cuaca ekstrem. Material vulkanik berupa pasir dan batu pun juga sering terbawa arus banjir ke tiga daerah aliran sungai (DAS).
Untuk mengantisipasi kejadian buruk ini tidak terulang, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau warga atau penambang agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitaran sungai.
“Cuaca masih sering hujan di atas, makanya kami imbau agar warga dan penambang pasir meningkatkan kewaspadaan terutama dari bahaya banjir,” imbau Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo. (rokhmad)










