Tekan Penyebaran Virus, Gugus Tugas Covid-19 Jatim Terus Lakukan Tracing

oleh -
Ketua BNPB pusat Doni Monardo memberikan paparan di hadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gugus Tugas Covid-19 Jatim di Gedung Grahadi Surabaya, Selasa (2/6/2020).

Surabaya, ArahJatim.com – Gugus Tugas Covid-19 Jatim, terus melakukan testing dan tracing kasus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Tujuannya ialah menekan laju penyebaran virus agar tidak semakin meluas.

“Tracing atau melacak warga yang pernah kontak langsung dengan pasien positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 dengan tujuan menekan laju penyebaran virus agar tidak semakin meluas.” terang Gubernur Jatim, Khofifah Indar parawansa, Selasa (2/6).

Pelacakan dilakukan dengan mencari lokasi-lokasi yang pernah dikunjungi pasien Covid-19. Bahkan semua orang yang pernah kontak langsung dengan pasien Covid-19 juga dilakukan tracing dan pengecekan.

Baca Juga: Angka Kasus Covid-19 Cukup Tinggi, Jatim Terima Bantuan Dari Pusat

Khofifah menjelaskan, apabila dalam satu tempat publik terdapat yang positif Covid-19, maka seluruh penghuni pasar juga dilakukan tracing dan pemantauan selama 14 hari. Langkah tersebut diambil untuk mengetahui apakah masih ada lagi masyarakat yang positif Covid-19.

“Kalau seandainya tidak ditemukan lagi yang di-tracing, maka baru berhenti,” paparnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan Rumah Sakit (RS) Lapangan di sekitar RS Kelamin, Jalan Indrapura Surabaya, untuk pasien Covid-19. RS Lapangan tersebut dibangun sebagai antisipasi kalau rumah sakit yang sudah ada, tidak mampu menampung pasien Covid-19.

Baca Juga: Ketua DPD La Nyalla: Banyuwangi Siap Masuki New Normal Pelayanan Publik

Rumah sakit darurat ini terbuat dari tenda bantuan BNPB yang telah didesain sesuai kebutuhan. RS ini didesain terisolasi dengan baik. Tidak sembarang orang boleh masuk dan tidak akan mengganggu sekitarnya. RS lapangan ini juga dilengkapi tempat olahraga, tempat berjemur, dan kafe agar bisa memberikan kenyamanan bagi pasien.

Dokter dan perawat yang bertugas melibatan tenaga medis dari TNI, IDI, Persatuan perawat, dan relawan yang akan menangangi RS lapangan.

“Kami juga mendatangkan psikolog untuk psikologis pasien.” tandas Kofifah. (Jn/Sp).