Rokok Bodong Marak di Madura, KOMAD Minta Bea Cukai Bertindak Tegas

oleh -
Puluhan aktivis yang tergabung dalam Komunitas Monitoring dan Advokasi (Komad) Kabupaten Pamekasan berunjuk rasa di depan kantor Bea dan Cukai Madura. (Foto: arahjatim.com/dhen prie)

“Contohnya lagi, ada rokok Produksi Mesin tapi dilekati pita cukai SKT (Sigaret Kretek Tangan) yang seharusnya dilekati pita cukai Sigaret Kretek Mesin (SKM). Ini Bea Cukai tahu tapi dibiarkan. Perusahaan rokok tersebut sudah puluhan tahun berdiri dan beroperasi di Kabupaten Pamekasan ini,” tandas Zaini Wer Wer.

Suasana semakin memanas karena penjelasan dari perwakilan Bea Cukai tidak memuaskan para pengunjuk rasa. Peserta aksi menendang kardus berisi puluhan sampel rokok yang ada di depan perwakilan cukai.

Sambil menghentikan jalannya aksi di kantor Bea Cukai, peserta aksi mengancam akan melakukan aksi serupa ke Kementerian Keuangangan RI dengan menghadirkan Kakanwil Provinsi Jawa Timur. Bea Cukai Madura dianggap tidak bisa menjawab sederet pertanyaan dari pengunjuk rasa.

Sementara itu Kabid Humas atau Pengawasan dan Penindakan Perwakilan Bea Cukai Madura, Zainullah, saat menemui massa Komad menjelaskan, Bea Cukai sudah melakukan penindakan terhadap maraknya rokok ilegal di Madura. Namun pihaknya kewalahan untuk menertibkan seluruh pabrik rokok ilegal karena jumlah petugas yang terbatas.

“Pegawai kami hanya 45 orang, sementara yang mau diawasi se-Madura, kami kewalahan,” ucap Zainullah. (dhen prie)