Puluhan Pejabat Eselon II Berbagi Kiat Solutif Pemimpin Saat Krisis Bareng Bupati Anas

oleh -
Dalam seminar yang digelar secara virtual oleh Puslatbang KMP LAN RI itu, Bupati Anas membeberkan sederet strategi kepemimpinannya selama hampir 10 tahun memimpin Banyuwangi. Acara diikuti 54 pejabat eselon II dari sejumlah instansi pemerintahan di Indonesia. (Foto: arahjatim.com/hmsbwi/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Model kepemimpinanan yang dilakukan Bupati Abdullah Azwar Anas saat memimpin Banyuwangi terus menjadi benchmark bagi banyak kalangan. Tak terkecuali bagi 54 pejabat eselon II dari sejumlah instansi pemerintahan yang menyerap ilmu dari Bupati Anas dalam video conference Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.

Acara tersebut digelar secara virtual oleh Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan, Lembaga Administrasi Negara (Puslatbang KMP LAN) RI.

Kelas virtual bertajuk “Isu Strategis: Kepemimpinan Kewirausahaan” tersebut, dipimpin langsung Kepala Puslatbang KMP LAN Dr. Andi Taufik, yang diikuti puluhan pejabat eselon II dari sejumlah instansi pemerintah pusat maupun daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas membeberkan sederet strategi kepemimpinannya selama hampir sepuluh tahun memimpin Banyuwangi. Termasuk saat bagaimana melakukan terobosan di situasi krisis, seperti pandemi covid-19 saat ini.

“Pandemi covid yang melanda hampir seluruh dunia ini, benar-benar (melecut) semua pemimpin di segala level, termasuk seorang bupati. Bagaimana tidak, semua sektor kehidupan terdampak, dan ini memaksa seorang pemimpin mencari jalan keluar dari krisis ini,” kata Anas saat webinar (web seminar) tersebut.

Anas lalu mencontohkan tentang bantuan sosial untuk warga terdampak covid-19. Di lapangan, masih ditemukan warga miskin yang belum terjangkau skema bantuan apapun. Permasalahan ini banyak terjadi di daerah Indonesia lainnya.

“Kami memilih opsi tidak saling menyalahkan siapapun, gantinya kami justru mencari solusi, yakni dengan membuka pelaporan bansos online. Mereka yang belum tercover bansos bisa melaporkan dirinya lewat aplikasi Smart Kampung,” ujar Anas.

Bupati Anas memaparkan, salah satu strategi kreatifnya dalam menangani warga terdampak wabah covid-19, yakni dengan membuka pelaporan bansos online. Warga yang belum terjangkau bansos bisa melaporkan dirinya lewat aplikasi Smart Kampung. (Foto: dok.arahjatim.com)

“Dan ini mendapat respon baik dari warga. Dengan cara seperti ini, penyaluran bansos bagi warga terdampak pandemi covid-19 bisa merata dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Begitu halnya dengan kebijakan new normal yang diambil pemerintah pusat. Anas mencontohkan bagaimana Banyuwangi secara bertahap merumuskan dan banyak melakukan simulasi untuk kebiasaan baru ke depan.

“Di awal kami melibatkan banyak pihak untuk mendapatkan masukan tentang new normal. Mulai dari tenaga medis, tokoh agama, hingga pelaku pariwisata. Semua dilibatkan agar bila benar-benar dilaksanakan bisa berjalan dengan baik,” beber Anas. 

Sementara itu, Kepala Puslatbang KMP LAN RI Andi Taufik mengapresiasi berbagai kebijakan dan pola kepemimpinan yang dilakukan Bupati Anas. Menurutnya, kepemimpinan berbasis kreativitas seperti yang dilakukan Bupati Anas menjadi kunci kesuksesannya memimpin Banyuwangi, termasuk dalam menghadapi pandemi covid-19. 

“Ini patut dicontoh. Kreativitas dan inovasi Banyuwangi telah terbukti nyata bisa menembus segala keterbatasan daerah. Termasuk saat pandemi covid-19 melanda, Banyuwangi mampu membuat inovasi cemerlang untuk menanggulanginya. Salah satunya, mengintegrasikan data penyaluran bansos ke program smart kampung,” ujarnya. (adv.hmsbwi/ful)