Kediri, ArahJatim.com — Sejumlah siswa SMA dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Kediri mengaku kecewa setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai 17 Desember 2025. Penghentian ini terjadi lantaran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjaran berhenti beroperasi akibat kendala keuangan dan program perbaikan.
Program MBG yang baru berjalan beberapa bulan terakhir tersebut sebelumnya sangat dirasakan manfaatnya oleh para siswa. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, program ini juga meringankan beban pengeluaran uang jajan harian.
Salah satu siswi MAN 2 Kota Kediri, Gladis Fransistalia, mengaku kecewa atas penghentian mendadak program tersebut.
“Info hari ini tanggal 17 Desember diberhentikan sementara. Kami merasa kecewa karena sudah terbiasa dapat makan bergizi gratis. Itu ramah di kantong, sekarang berhenti ya kecewa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan siswa lainnya, Nawfal Razan. Ia berharap dapur SPPG dapat kembali menyalurkan menu makanan bergizi gratis kepada siswa.
“Kami berharap pengelola dapur SPPG bisa segera menyalurkan lagi MBG karena sangat membantu siswa,” katanya.
Sementara itu, pihak sekolah menyatakan bahwa SPPG Banjaran Kota Kediri resmi menghentikan operasional MBG mulai 17 Desember 2025 hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Penghentian ini disebabkan oleh belum cairnya dana bantuan dari pemerintah serta adanya program perbaikan di internal SPPG.
Koordinator MBG MAN 2 Kota Kediri, Achmad Zainal Fachris, mengatakan pihak sekolah telah menerima konfirmasi resmi dari SPPG Banjaran.
“Kami mendapat informasi dari Kepala SPPG Banjaran bahwa mulai Rabu, 17 Desember 2025, kegiatan MBG dihentikan sementara di seluruh lingkup SPPG Banjaran. Alasannya karena bantuan dari pemerintah belum turun dan ada program perbaikan,” jelasnya.
Menurutnya, meski program MBG masih baru dan memiliki berbagai kekurangan di awal pelaksanaan, manfaatnya sangat besar bagi siswa.
“Program ini sangat membantu, apalagi MAN 2 Kota Kediri menerapkan enam hari sekolah hingga Sabtu, dengan jam pulang cukup sore. MBG sangat mendukung kondisi fisik dan konsentrasi siswa,” tambahnya.
Ia juga menilai pelayanan SPPG selama ini cukup baik dan terbuka terhadap masukan dari pihak sekolah terkait menu makanan.
Hingga saat ini, pihak SPPG Banjaran Kota Kediri belum memberikan pernyataan resmi terkait penghentian penyaluran MBG. Pantauan di lokasi menunjukkan dapur SPPG dalam kondisi tertutup rapat dan tidak terlihat aktivitas.
Para siswa dan pihak sekolah berharap program unggulan pemerintah ini dapat segera kembali berjalan agar manfaatnya terus dirasakan oleh pelajar di Kota Kediri. (das)










