Polisi Buru Pelaku Pembuang Bayi

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48941433916_06698476b5_b.jpg

Blitar, Arahjatim.com – Pihak kepolisian Resort Blitar Kota terus memburu pelaku pembuangan bayi berjenis kelamin perempuan di teras rumah bidan Anis Yusfiartiningsih di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Senin (21/10) kemarin.

Kapolres Blitar kota AKBP Adewira Negara Siregar yang menjenguk bayi malang tersebut di Puskesmas Ponggok mengatakan, proses penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap  orang yang membuang bayi tersebut. Tidak hanya melalui puskesmas, polisi juga akan mencari informasi hingga ke dukun bayi untuk mengungkap orang tua yang baru melahirkan.

“Saya minta orang tua bayi ini segera melapor ke kantor polisi terdekat untuk mengakui perbuatannya,” jelas Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar.

Terkait banyaknya calon orang tua yang sudah mengajukan diri untuk mengadopsi bayi tersebut, pihaknya menyerahkan kewenangan kepada dinas terkait.

“Menurut laporan dari puskesmas, sudah ada 50 orang tua yang mengajukan (diri) untuk mengadopsi bayi ini. Keputusan siapa yang berhak mengadopsi kami serahkan pada dinas yang bersangkutan,” tambah Adewira.

Dokter Umum Puskesmas Ponggok, Inaka Nugraheni mengaku, belum mengetahui bayi tersebut lahir dengan bantuan medis atau tidak. Namun, Inaka memastikan, kondisi bayi sudah dalam keadaan sehat.

“Kemarin kami terima bayi dari IGD sekitar pukul 4 sore kondisinya sehat. Bayi ini akan terus kami rawat seperti perawatan biasanya sampai nanti ada pihak yang mengadopsinya,” kata Inaka.

Dokter memperkirakan bayi itu baru dilahirkan kemarin, Senin (21/10). Setelah dilahirkan, bayi langsung diletakkan di depan rumah bidan desa. “Kami lihat bayi ini dilahirkan kemarin, sekarang berarti usianya baru satu hari,” jelas Inaka.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di teras  rumah bidan di Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (21/10). Bayi yang diperkirakan baru dilahirkan itu ditemukan dalam kardus, beserta selembar kain, dan satu botol susu. Bayi itu ditemukan oleh mahasiswi yang sedang praktik di rumah Bidan Anis Yusfiartiningsih. (mua)