Kediri, ArahJatim.com – Sinergi antar pemerintah daerah kembali membuahkan hasil nyata bagi keselamatan masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menghibahkan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) berkapasitas 5.000 liter (unit terbaru) guna memperkuat armada pemadam di wilayah Kabupaten Kediri.
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kepada Bupati Kediri, Hanindito Himawan Pramana, yang dalam hal ini diwakili oleh Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, di Lapangan Monas, Jakarta.
Bukan Sekadar Armada, Ada Peningkatan Kapasitas SDM
Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pemberian unit kendaraan. Pemprov DKI Jakarta juga memberikan fasilitas pelatihan khusus bagi personel Damkar Kabupaten Kediri. Langkah ini diambil untuk memastikan kapasitas dan keterampilan petugas di lapangan sebanding dengan peningkatan teknologi armada yang dimiliki.
Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menyampaikan bahwa bantuan hibah dan pelatihan ini merupakan dukungan besar bagi Bupati Hanindito dalam memberikan pelayanan perlindungan kebakaran yang optimal di 26 kecamatan.
”Hibah satu unit mobil damkar dari Pemprov DKI Jakarta ini tentu sangat membantu kami. Selain tambahan armada, fasilitasi pelatihan personel dari DKI Jakarta sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme anggota kami di lapangan,” ujar Kaleb, Senin (26/1/2026).
Strategi Distribusi: Optimasi Pos Ngadiluwih dan Grogol
Pasca kedatangannya dari Jakarta pada akhir Desember 2025 lalu, armada tersebut kini langsung ditempatkan di Pos Damkar Ngadiluwih. Penempatan unit berkapasitas 5.000 liter ini bertujuan untuk memperluas daya jangkau layanan di wilayah tengah kabupaten yang selama ini jangkauannya belum maksimal.
Dampak dari penambahan ini, Pemkab Kediri melakukan penataan ulang posisi armada:
- Pos Ngadiluwih: Kini diperkuat unit baru berkapasitas 5.000 liter.
- Pos Grogol: Menerima pengalihan unit lama (3.000 liter) dari Ngadiluwih. Kendaraan ini dinilai lebih efektif untuk bermanuver di medan jalan wilayah Grogol yang membutuhkan kendaraan dengan dimensi lebih kecil.
- Pos Pare: Tetap menjadi tumpuan dengan dua unit damkar berkapasitas 5.000 liter dan satu unit rescue.
Mengejar Target Response Time 15 Menit
Dengan total lima unit mobil pemadam yang kini tersebar di tiga posko utama, Pemkab Kediri terus berupaya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu response time maksimal 15 menit setelah laporan diterima.
Selain mengandalkan armada internal, Kaleb menegaskan bahwa koordinasi dengan Damkar Kota Kediri melalui Nota Kesepahaman (MoU) tetap berjalan solid. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menangani insiden kebakaran di wilayah perbatasan atau area padat penduduk di tengah kabupaten.
”Ke depan, harapan Bapak Bupati adalah armada dan SDM terus ditambah. Idealnya, setiap korwil kecamatan memiliki minimal dua unit mobil damkar agar penanganan bisa jauh lebih cepat dan tepat,” pungkas Kaleb. (das)











