Kediri, ArahJatim.com – Pemerintah kota Kediri mengantisipasi banjir di musim hujan di akhir tahun ini. Perlebar drainase di sejumlah kantong banjir sejak beberapa bulan lalu, salah satunya jalan Tembus Kaliombo dengan panjang 300 meter.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kediri (PUPR) Kota Kediri, sejak bulan Juli lalu, rajin melakukan pelebaran drainase dan saluran air dengan menggunakan box culvert.
Pemasangan box culvert di Kota Kediri ini dilakukan di sejumlah titik yang akrab menjadi langganan genangan.
Prakiraan Musim Hujan 2022/23 di Indonesia yang dirilis BMKG memperkirakan bahwa puncak musim penghujan terjadi di bulan Desember 2022, penguatan kapasitas saluran air di Kota Kediri untuk mengurangi genangan ini diharapkan bisa segera cepat selesai.
Dari pantauan arahjatim.com di wilayah Jalan Tembus Kaliombo, sampai saat ini pemasangan box culvert sudah hampir selesai dan tinggal finishing, dalam beberapa hari lagi sudah selesai, Untuk jalan Tembus Kaliombo saluran air yang awalnya 60 x 60 cm dilebarkan jadi 1×1 meter.
Endang Kartika Sari Kepala Dinas PUPR kota Kediri mengatakan proyek penguatan saluran air ini ditargetkan selesai sebelum akhir bulan November ini.
“Insya Allah tanggal 25 November target kita selesai,” tukas Endang beberapa waktu lalu.
Endang menambahkan Pemasangan box culvert dilakukan mengingat beberapa saluran yang ada sekarang berumur puluhan tahun sehingga sudah waktunya untuk direhabilitasi. Jika tidak direhabilitasi, ditakutkan saluran tersebut tidak muat lagi untuk menampung saluran debit air.
“Salah satu contoh di Jalan Hayam Wuruk, kemudian HOS Cokroaminoto itu salurannya masih berbentuk lingkaran. Itu tidak hanya sulit dibersihkan, tapi dimensinya juga kurang besar,” jelasnya.
Dalam Kesempatan yang sama Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri I Made Dwi Permana mengatakan penguatan kapasitas saluran air ini diprediksi mampu mengurangi 60-70 persen genangan.
Made menjelaskan, jumlah saluran drainase di Kota Kediri ada sekitar 200 titik. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 persen yang kondisinya baik. Separo lainnya membutuhkan normalisasi dan perbaikan.
Lebih lanjut Made menerangkan jika tahun ini dilakukan perbaikan 14 titik, ke depan masih butuh banyak anggaran agar semua saluran di Kota Kediri berfungsi dengan baik.
“Perbaikan kami lakukan secara bertahap. Setidaknya, ini bisa mengurangi genangan di musim hujan,” pungkasnya seraya mengatakan anggaran yang digunakan untuk perbaikan drainase ini Rp 7 miliar.(das)










