Kediri, ArahJatim.com – Empat pilar Jembatan Brawijaya segera direhabilitasi total. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, Yono Heryadi, menjelaskan bahwa perombakan ini merupakan arahan Wali Kota Kediri terpilih untuk memberi identitas baru pada ikon Kota Kediri tersebut.
“Setelah Mbak Wali terpilih, beliau punya konsep sebaiknya jembatan direhabilitasi secara keseluruhan supaya memberi identitas baru. Jadi tidak hanya perbaikan kecil, tetapi wajah totalnya berubah,” ujar Yono.
4 Pilar Jadi Sorotan
Yono menyebutkan, empat pilar utama yang menjulang di sisi jembatan akan diganti dengan material baru. Satu di antaranya sebelumnya sempat terbakar.
“Semua material diganti baru karena usianya sudah 4 tahun. Warna dan konsepnya pun berbeda. Jadi benar-benar wajah baru Jembatan Brawijaya,” katanya.
Anggaran 3,3 Miliar
Pekerjaan rehabilitasi ini berlangsung selama tiga bulan, mulai 22 September hingga 16 Desember 2025. Dari anggaran baku Rp3,8 miliar, proyek ini berhasil ditekan menjadi Rp3,3 miliar setelah proses tender.
“Kontraktor pemenang menawar di 89 persen dari pagu, jadi turun sekitar Rp500–600 juta,” jelas Yono.
Usung Kearifan Lokal
Yang menarik, konsep baru jembatan akan mengusung nilai-nilai kearifan lokal. Yono menyebut desainnya melibatkan praktisi budaya agar pilar jembatan bisa memancarkan identitas Kediri.
“Harapan kami, wajah baru ini bukan sekadar modern, tetapi juga menyertakan ornamen-ornamen khas yang menggali kearifan lokal. Jadi ada transformasi budaya, tapi tetap ada pesan-pesan cagar budaya kita,” tambahnya.
Dengan wajah barunya, Jembatan Brawijaya diharapkan tak hanya menjadi penghubung dua sisi Sungai Brantas, tetapi juga landmark ikonik yang mempercantik wajah Kota Kediri. (das)










