Jakarta, ArahJatim.com – Anggaran Rp 28,2 triliun disiapkan untuk program bantuan pembiayaan perumahan murah. Hal ini diungkapkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada rapat kerja dengan komisi V DPR Ri, Kamis (26/8).
Anggaran senilai Rp 28,2 triliun telah dipersiapkan pemerintah. Basuki merinci dana sebesar Rp23 triliun akan dipakai untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Rumah (FLPP), sementara Rp 4,39 triliun untuk subsidi bunga, dan Rp 810 miliar untuk subsidi bantuan uang muka. Targetnya, akan dibangun 200 ribu unit rumah melalui FLPP pada tahun depan.
“Kementerian PUPR juga melaksanakan program pembiayaan perumahan dengan total anggaran Rp28,2 triliun,” ujarnya Kamis (26/8).
Sebagai informasi, masyarakat dapat mengajukan permohonan subsidi FLPP melalui aplikasi SiKasep yang dapat diunduh dari PlayStore. Aplikasi akan menghubungkan antara masyarakat, pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang.
Sementara itu, ketentuan subsidi FLPP adalah properti berbentuk rumah tapak atau rumah susun, suku bunga 5 persen per tahun, masa subsidi 20 tahun, subsidi bantuan uang muka (SBUM) Rp 4 juta, uang muka 1 persen, harga jual sesuai Kepmen PUPR dan bebas PPN sesuai PMK.
Dalam kesempatan yang sama, Basuki menambahkan untuk program karya tunai pada tahun depan dialokasikan dana senilai Rp 13,64 triliun guna menyerap 665 ribu tenaga kerja.
Sedangkan lokasi anggaran akan diberikan untuk pembangunan sumber daya air senilai Rp 4,85 triliun, bidang jembatan dan jalan Rp 4,5 triliun, bidang permukiman Rp 1,84 triliun, dan perumahan Rp 2,45 triliun.










