Banyuwangi, ArahJatim.com – Latihan Sea Survival atau edukasi bertahan hidup di atas laut dan simulasi pencarian serta penyelamatan (SAR), digelar di perairan selat Bali di sekitar pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi selama 6 hari ke depan. Dalam pelatihan tersebut, diharapkan tim satuan operasi laut dapat meningkatkan kemampuan wawasan dalam menghadapi permasalahan di laut, sehingga mampu bertindak dan bertahan hidup apabila terjadi kecelakaan.
Menurut Wadirlat Kolonel Laut (P) Agus Prabowo, pelatihan dilakukan dengan skala besar, diikuti oleh beberapa unsur. Diantaranya, SAR TNI AL/AD, Basarnas dan Polri serta pihak Pelabuhan Penyeberangan, Ketapang Banyuwangi maupun Gilimanuk. Alasan dipilihnya perairan selat Bali, karena kawasan tersebut merupakan titik lalu lintas laut yang sangat padat.
“Kita melakukan latihan penanganan atau pertolongan pertama kecelakaan di laut, khususnya untuk kapal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Karena itu, kerjasama dan sinergitas diperlukan oleh keduanya. Selain itu, sinergitas dengan aparat lainnya juga terwujud dengan adanya latihan SAR ini,” kata Wadirlat Kolonel Laut (P) Agus Prabowo kepada sejumlah wartawan termasuk Arahjatim.com di Pangkalan TNI-AL Banyuwangi, Senin (18/11/2019) siang.

Pria yang menjabat sebagai Asisten Operasi Danlantamal V ini menambahkan, tujuan latihan adalah juga dalam rangka melatih dan meningkatkan kemampuan, serta kesiapan operasional unsur-unsur satuan operasi. Melalui latihan ini diharapkan peserta dapat menguasi proses perencanaan dan pelaksanaan operasi tugas pencarian di laut, serta mahir dalam melaksanakan Medical First Responder (MFR), Medical Evacuation (Medivac) dalam pelaksanan pencarian maupun pertolongan (SAR) di laut.
“Puncaknya ada operasi langsung penanganan pada hari Minggu nanti, di Selat Bali. Ada skenario yang sudah disiapkan dengan melibatkan kurang lebih 490 personel gabungan. Nantinya, sejumlah speedboat dan helikopter juga kita turunkan,” pungkasnya. (ful)










