Kediri, ArahJatim.com – Dua insiden kebakaran beruntun melanda wilayah Kabupaten Kediri dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Musibah tersebut menghanguskan lahan tebu di Kecamatan Kunjang serta bekas kandang kambing di Kecamatan Kayen Kidul. Beruntung, berkat kesiapsiagaan dan respon cepat Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri, potensi kerugian materiil yang jauh lebih besar berhasil dicegah dan tidak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa tersebut.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri di bawah kepemimpinan Plt. Kasatpol PP, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar.
Karhutla Lahan Tebu di Kunjang: Api Membesar di Malam Hari
Peristiwa pertama melanda lahan tebu milik H. Sentot Djamaludin yang berlokasi di Jalan Kapas-Kunjang, Dusun Kapas, Desa Kapas, Kecamatan Kunjang. Kebakaran diketahui pertama kali pada Sabtu malam (24/9/2026) setelah seorang mandor menerima laporan dari warga setempat mengenai kepulan api yang membakar area perkebunan tebu.
Menerima laporan dari warga bernama Nanda sekitar pukul 17.43 WIB, Tim Damkar Pos Pare langsung bergerak ke lokasi kejadian hanya dalam waktu empat menit.
”Satu unit armada Damkar dari Pos Pare dan satu unit dari Pos Grogol diterjunkan ke lokasi dengan total 11 personel,” terang Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri dalam keterangannya.
Proses pemadaman berlangsung cukup sengit dan memakan waktu beberapa jam hingga api benar-benar padam sesuai standar operasional prosedur (SOP) pada pukul 23.36 WIB. Dugaan sementara penyebab kebakaran lahan tebu tersebut masih dalam proses penyelidikan. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 50 juta, namun kesiapsiagaan tim Damkar berhasil menyelamatkan aset tebu senilai Rp 100 juta.
Bencana Bekas Pembakaran Sampah di Kayen Kidul
Hanya berselang beberapa hari, musibah kebakaran kembali terjadi di RT 02 RW 04, Dusun Sukoharjo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kayen Kidul, pada Sabtu malam (26/9/2026). Kebakaran ini menghanguskan bangunan bekas kandang kambing milik warga bernama Pak Ida.
Pemicu kebakaran disinyalir berasal dari sisa pembakaran sampah pada siang hari. Pemilik rumah mengira api pembakaran sampah sudah sepenuhnya padam. Namun tanpa disadari, bara api di bagian dasar masih menyala dan perlahan membesar saat malam hari hingga merembet ke bangunan bekas kandang kambing.
Laporan masuk ke Pos Pare pada pukul 23.35 WIB dari Bapak Mujianto. Respons cepat petugas membuat armada Tipe 5000 liter Pos Pare dan Pos Grogol tiba di tempat kejadian dalam kurun waktu 11 menit. Api berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 00.30 WIB.
Meski pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta, tindakan cepat 11 personel Damkar berhasil mengamankan bangunan dan aset sekitar senilai Rp 100 juta dari amukan si jago merah.
Imbauan Waspada Bahaya Kebakaran
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengapresiasi kerja keras personel Damkar di lapangan yang sigap merespons setiap laporan warga. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak ceroboh, terutama saat melakukan pembakaran sampah atau aktivitas yang melibatkan api di musim kering.
”Pastikan api benar-benar padam total dan jangan pernah meninggalkan sisa pembakaran sampah tanpa pengawasan, karena bara kecil di malam hari bisa menjadi musibah besar,” tegasnya.
Masyarakat Kabupaten Kediri diimbau untuk segera menghubungi layanan penanganan kebakaran terdekat jika menemukan potensi atau kejadian kebakaran di lingkungan sekitar agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (das)











