Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Jadi Sorotan Utama dalam Pembekalan Dosen dan Tenaga Kependidikan di UNU Pasuruan.
Pasuruan, ArahJatim.com — Dunia pendidikan tinggi hari ini dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana memanfaatkan pesatnya teknologi tanpa mengorbankan etika ilmiah. Merespons dinamika ini, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menggelar agenda Bina Talenta Dosen dan Tenaga Kependidikan di Aula lantai 3 JTC UNU Pasuruan, Senin (31/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Penguatan Kompetensi Dosen dalam Riset, Publikasi, Integritas Akademik, dan Pemanfaatan Artificial Intelligence” ini merupakan hasil kolaborasi antara Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) RI.
AI Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti
Hadir memberikan arahan utama (keynote speaker), Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Kebangkitan Bangsa, Gus Muhammad Hilman Mufidi, mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) di perguruan tinggi dalam menghadapi era digital.
Menurut legislator yang akrab disapa Gus Hilman ini, akademisi tidak boleh gagap apalagi sekadar menjadi penonton di tengah melesatnya kecerdasan buatan.
”Kehadiran Artificial Intelligence yang kian canggih saat ini tidak boleh sekadar membuat kita jadi penonton. Teknologi AI harus benar-benar mampu kita manfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan mutu kinerja akademik sekaligus menggembleng keahlian riset para dosen dan tenaga kependidikan,” ujar Gus Hilman.
Meski mendorong pemanfaatan AI secara masif, ia memberi catatan tebal soal pentingnya menjaga integritas akademik. Penggunaan teknologi harus berjalan beriringan dengan etika ilmiah agar hasil riset maupun publikasi akademisi Indonesia tetap bernilai tinggi dan berdaya saing di kancah global.
Bedah Strategi Publikasi Ilmiah
Untuk membedah teknis pemanfaatan AI dan tata kelola riset secara praktis, forum ini menghadirkan dua narasumber ahli:
- Rizky M. Qhasim Pratama (Ditjen Risbang Kemendikti Saintek RI Jakarta)
- Dr. M. Ainul Yaqin (Pakar TI Pendidikan asal Malang)
Melalui diskusi interaktif ini, para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UNU Pasuruan diharapkan bisa memperluas wawasan serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah berbasis teknologi modern tanpa menepikan standar etika. (nsl)










