Surabaya, ArahJatim.com – Setiap orang tentunya menginginkan anggota tubuh tampak sempurna. Namun, ada salah satu penyakit kelainan tulang belakang yang membuat area punggung penderitanya terlihat melengkung dan menonjol yakni skoliosis. Deteksi sejak usia dini diperlukan agar penangannya sesuai tetap sasaran dan lebih maksimal.
Dr Arhwinda SP.KFR MARS, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RS Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya, mengatakan jenis penyakit skoliosis ada berbagai macam. Dari keseluruhan jenis skoliosis, sekitar 80-90 persen yang paling banyak terjadi adalah Adolescent Idiophatic Scoliosis (AIS). Penyakit itu terjadi saat penderitanya memasuki usia pubertas. Hingga saat ini, penyebab AIS belum diketahui.
“Skoliosis sendiri diderita sekitar 1-3 persen populasi di dunia. Karena itu perlu untuk diwaspadai,” katanya.
Dia mengatakan deteksi sejak dini dapat dilakukan sejak memasuki usia 9-10 tahun. Baik itu jenis kelamin perempuan atau laki-laki.
Selama ini, para orang tua baru menyadari saat anaknya sudah kentara menderita skoliosis atau bagian tulang belakang membentuk huruf c dan s. Padahal, penglihatan tidak hanya dilakukan secara dua dimensi. Perlu ada asesmen kepada penderitanya agar diketahui secara detail.
Meski begitu, bagi penderita skoliosis tidak perlu merasa khawatir ataupun minder. Sebab, ada beberapa cara agar penyakit tersebut semakin berkurang. Salah satunya dengan menjalani terapi latihan schroth.
“Metode itu sejatinya sudah ada sejak 100 tahun lalu. Tapi, saat ini lebih dikembangkan dan lebih efektif. Kami menyebutnya Schroth best practice,” ujarnya.
Praktik itu diantaranya fisiologis dan activity daily living (ADL). Untuk ADL, latihan yang dilakukan mulai dengan cara duduk, posisi badan saat mandi dan gosok gigi, dan lain sebagainya.
Hal tersebut disesuaikan denagn kondisi skoliosis penderita. Jika metode yang diberikan dapat diaplikasikan sehari-hari di rumah, bakal menmbuat dampak skoliosis berkurang drastis. Selain itu, setiap penderita bakal mengenakan sbeuah alat yang dinamakan gensingen brace. (Dan)










