Harkitnas Di Kediri, Ada Ritual Membakar Kesialan

oleh
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Ratusan orang dari berbagai komnunitas mengukuti ritual membakar kesialan di rumah masa kecil Presiden Soekarno Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri Desa Pojok Kec. Wates Kab. Kediri. Ritual yang diberi nama “Ritual Membakar Kesialan di Hari Kebangkitan Nasional” ini dilangsungkan dalam rangka tasyakkuran Hari Kebangkitan Nasional yang Ke- 166.

pasang iklan_rev3

Kertas yang dibakar adalah kertas putih yang telah ditulisi sifat buruk dan kelemahan diri. Yang dimaksud sifat buruk yang harus dibakar dalam ritual ini seperti sifat malas, ngersulo, sombong, kikir, dengki, buruk sangka dan sejenisnya.

“Ritual ini untuk menghapus segala sifat-sifat buruk dalam diri agar setiap manusia bisa bangkit. Karena ini adalah malam istimewa malam Hari Kebangkitan Nasional,” aku Ari Hakim LC Ketua Panitia Hari Kebangkita Nasional Ke-166.

Sebelum dibakar para tokoh pemuda agama dari Islam, Kristen, Hindu, Budha dan aliran Kepercayaan terlebih dahulu memberikan doa. Setelah itu dilanjutkan dengan santunan anak yatim dan fakir miskin.

“Sebelum dibakar kita semua akan berdoa dengan dipimpin para tokoh pemuka agama, berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Setelah pembakaran hal-hal negative kita sempurnakan dengan bershodaqoh kepada anak yatim dan fakir miskin. Shodaqoh itu kan ajaib bisa menghapus keburukan,” kata Lukito Sudiarto Ketua Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Kab. Kediri.

“Jadi ada ritualnya ada sosialnya. Jangan sampai hanya ritual tanpa social, jangan pula hanya sosial tanpa ritual. Inilah nilai yang kita ambil dari sila pertama dan sila kedua Pancasila Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya.

Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno mengatakan ini adalah simbol dan ajakan bangkit bersama tanpa menyalahkan orang lain.

“Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional ini kita berharap dan berdoa bangsa Indonesia ini harus benar-benar bangkit, bangkit menjadi Indonesia Raya sebagaimana dicita-citakan Bung Karno dan para pendiri negara. Nah, kebangkitan Indonesia Raya ini harus dimulai dari kebangkitan individu-individu. Sementara sifat-sifat buruk, seperti malas, pemarah, su’udhon, ngersulo, sombong, dengki semua adalah penghalang kebangkitan individu. Untuk itulah pada momentum hari istimewa Kebangkitan Nasional ini semua kita hapus. Simbolnya kita tulis dan dibakar. Jangan lupa kunci dalam kebangkitan diri ini adalah jangan lagi menyalahkan orang lain, kita koreksi diri masing-masing,” paparnya.

Lebih lanjut Kus, menambahkan para sesepuh dan tokoh pemuka agama telah memberi petunjuk bahwa pada saatnya nanti Indonesia pasti akan menjadi negara super power dunia, sebagaiman disyaratkan dalam Pemukaan Undang-Undang Dasar 1945.

“Banyak sesepuh tokoh-tokoh pemuda agama yang selalu memberikan motivasi bahwa pada saatnya nanti pasti Indonesia ini akan menjadi negara super power dunia, hal ini sebagaimana dituliskan dalam Pemukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan kalimat “menghapuskan penjajahan diatas dunia” dan kalimat menertibkan dunia”. Kami menyaikini cita-cita mulia bangsa kita ini pasti terwujud, untuk itu perlu diperjuangkan,” kata R. Kushartono.

No More Posts Available.

No more pages to load.