Desa Kalangbret , Misteri Riil Yang Belum Banyak Diketahui Publik

oleh
oleh

Tulungagung, Arah Jatim.com – Ketika banyak masyarakat memahami daerah Kalangbret, asumsi yang terbangun adalah sebuah desa yang luas,seperti gambaran dalam cerita ketoprak, terutama lakon babad Tulungagung, yang dipopulerkan “Siswo Budoyo”, ketoprak legendaris dari Tulungagung. Kuncaranya daerah itu, seperti memberi banyak asumsi desa yang luar biasa. Dalam liputan kegiatan desa di beberapa wilayah di Tulungagung, ternyata ketika datang ke desa Kalangbret, tim ArahJatim.com dibuat terbelalak. Dari hasil penelusuran, khusus desa itu mungkin tergolong desa terkecil, diantara desa desa di wilayah kecamatan Kauman, kabupaten Tulungagung .

Secara pandangan luar, ketika ada di wilayah perempatan cuiri kecamatan Kauman, seakan akan kitabsudah ada pada wilayah Kalangbret. Hal itu tidak demikian. Untuk mencari kantor desanya saja, kita butuh jarak sekitar 300 meter, lalu mencari gang masuk keselatan sekitar 100 meter , baru belok 25 meter, dan ketemulah balai desa Kalangbret, yang sesungguhnya.

Dalam perbincanganya, kepala desa Kalangbret, H. NGADWANDI, banyak menceritakan hal hal yang termasuk belum banyak diketahui publik. Selain luasan, jumlah penduduknya pun, tidak lebih dari seribu tiga puluh sembilan orang .

pasang iklan_rev3

” Naaa, begini, kita kita hanya punya luasan wilayah sekitar seribu enam ratusan meter persegi. Jadi wilayah kita termasuk kecil. Adapun jumlah KK nya ya sekitar 400-an, sedangkan yang sudah memiliki hak pilih , sekitar 800- 900 orang. Dalam posisi itu, wilayah kami termasuk paling kondusif, karena jumlah penduduknya yang tergolong kecil”, papar Mbah kades, mantan pegawai Telkom tersebut.

Ditambahkan, walaupun desanya terbilang kecil, justru tingkat kondusifitas wilayahnya sangat terjaga. Diakui untuk masyarakatnya cukup mudah bila diajak membangun yang kunstruktif. Untuk desa Kalangbret sendiri, semua kegiatan masyarakat, termasuk politik, ekonomi sosial keagamaan dan kepemudaanya sangat kompak. Hal ini terbukti dengan kegiatan olah raga dan keagamaan yang secara konsisten, terbangun di desa ini.

Ketika dimintai komentarnya apa suka duka sebagai kepal desa Kalangbret, Kades yang mulai mengabdi 2019, perjalanan sangat terkesan saat situasi wabah Corona. Selain meminta seluruh perangkatnya mengabdikan diri 24 jam, pengalaman menjadi bapak desa waktu pandemi itu, menjadi pengalaman yang tidak bisa dilupakan sepanjang pengabdiannya.

Walaupun desa Kalangbret, wilayahnya sangat kecil, kades NGADWANDI tetap merasa bangga, karena selama menjadi kepala desa sejak 2019, desa sudah memliki balai desa yang bagus, serta mobil operasional sendiri. Hal itu ditegaskan, bisa dibangun, karena desa tersebut pernah terpilih menjadi desa prestasi kinerja , sehingga mendapatkan hadiah dana , yang kemudian bisa digunakan untuk membangun balai desa dan memiliki kendaraan operasional bagi warganya. (dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.