Surabaya, ArahJatim.com — Tim judo Kota Surabaya kembali mengukuhkan taringnya sebagai kekuatan utama dalam gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur. Bertanding di Dojo Kertajaya, Surabaya, kontingen tuan rumah sukses mendominasi perolehan medali hingga penutupan ajang tersebut pada Kamis (5/11).
Surabaya berhasil mengamankan enam medali emas dari berbagai kategori, yakni kelas -81 kg, +81 kg, -44 kg, -57 kg, +63 kg, serta nomor bergengsi beregu campuran.
Meski Surabaya masih memegang kendali, peta persaingan judo pelajar di Jawa Timur menunjukkan geliat pemerataan yang positif. Tim pejudo Kota Mojokerto dan Kabupaten Bangkalan tampil meyakinkan dengan masing-masing mengemas dua medali emas. Mojokerto unggul di kelas -50 kg dan -73 kg, sementara Bangkalan mencatatkan kemenangan di kelas -48 kg dan -63 kg.
Adapun kontingen dari Sumenep, Sidoarjo, Trenggalek, Tuban, dan Pasuruan turut menyumbangkan masing-masing satu medali emas.
Ketua Umum Pengprov PJSI Jawa Timur, Dr. Yoyok Subagiono, S.I.K., M.Si., mengapresiasi dominasi Surabaya sekaligus menyambut hangat munculnya potret kekuatan baru dari daerah. Menurutnya, capaian ini menjadi modal berharga bagi pembinaan judo di tingkat Jawa Timur.
“Memang tim Surabaya masih mendominasi perolehan medali. Namun di sisi lain, muncul juga bibit-bibit baru dari Mojokerto, Bangkalan, Sidoarjo, Trenggalek, Pasuruan, Tuban, dan Sumenep,” kata Yoyok.
Ia menambahkan, hasil POPDA XV Jatim hendaknya menjadi bahan evaluasi dan refleksi bagi para pelatih serta pengurus daerah untuk memperketat porsi latihan. Guna mengasah mental bertanding para atlet muda ini, PJSI Jatim berkomitmen memperbanyak agenda kejuaraan tingkat pelajar ke depan.
“Kita akan gelar kejuaraan-kejuaraan lainnya, sehingga dapat menambah pengalaman dan jam terbang bertanding para atlet,” ujanya.
Sengit di Nomor Beregu
Suhu persaingan paling panas terjadi pada nomor beregu campuran. Ketua Pelaksana POPDA XV Jatim cabor judo, Dr. Ismojo Herdono, M.Med.Kom., mengungkapkan bahwa tim beregu Surabaya harus bekerja ekstra keras sebelum akhirnya menumbangkan tim tangguh asal Kota Malang di partai puncak.
“Tim beregu dari Surabaya memang menjadi langganan pemenang di nomor beregu. Tentu ini menjadi pelecut bagi tim dari daerah lainnya untuk lebih giat dan semangat berlatih,” ungkap Ismojo yang juga merupakan dosen Fikom Universitas Ciputra tersebut.
Rangkaian pertandingan cabor judo yang berlangsung sejak Minggu (1/11) hingga Kamis (5/11) terlaksana dengan aman dan lancar. Seluruh peraih medali dalam POPDA XV Jatim ini diproyeksikan masuk dalam skema pembinaan jangka panjang sebagai atlet pelapis tim judo senior Jawa Timur. (das)










